Zona 6 Masih Bermasalah

RATU SAMBAN, BE – Tidak henti-hentinya polemik parkir di zona 6 ini, karena organisasi dari HPKB, dan PPKB masih saja mendesak agar pembatalan dilakukan. Terlebih ada zona 6 yang dalam perjanjian antara CV Tiga Saudara dengan Dishubkominfo Kota terdapat 100 titik, namun nyatanya justru lebih.Hal ini, membuat tanda tanya sendiri bagi juru parkir yang tergabung dalam kedua o-purarganisasi tersebut. Berddasarkan informasi mereka menerima bahwa terdapat 110 titik parkir yyang tidak masuk dalam perjanjian, namun justru dikelola oleh CV Tiga saudara.“Ini sudah banyak dikeluhkan oleh juru parkir lainnya. Dimana ternyata justru lebih dari 100 titik, ditambah lagi pemecatan kembali terjadi, dan pengunduran diri sudah banyak dilakukan karena juru parkir banyak tidak sangup untuk membayar setoran yang tinggi tersebut,” ungkap Ketua PPKB, Miss Farida.

Dilanjutkannya, berulang kali melakukan protes dan mendatangi Pemkot maupun dewan sama sekali tidak membawakan hasil. Terlebih atas dasar ini, PPKB, dan HPKB masih akan mempelajari masalah tersebut secara mendalam. karena beberap pperjanjian tidak masuk dalam kontrak. “Bahkan warung warung yang buka disekitar zona 6 juga dipungut bayaran. Karena sudah memakan lahan parkir, kalau eperti itu, kai juga bisa melakukannya di beberapa titik lainnya,” cetusnya.Sementara itu Asisten II, Drs H Facrudin Siregar MM, berulang kali menyampaikan penjelasan terhadap para juru parkir ini. Apapun yang terjadi, zona 6 tetap akan dikelola oleh CV Tiga Saudara, karena masa ontraknya masih tertukis dalam kesepakatan.“Tidak masalah mau dibuat beberapa titik, asalkan masih dalam kawasan zona 6. Karena yang namanya barang sudah dibeli, terserah bagaiman pemiliknya untuk melakukan penfelolannya yang penting PAD tercapai, dan ini menurut kami sama sekali tidak melanggar kesepakatan,” jelasnya. (160)