Waspadai Bencana Hidrometeorologi

Kepala Pelaksanana BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto MT

CURUP,bengkuluekspress.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong mengingatkan masayarakat Rejang Lebong untuk waspada terhadap bencana hidrometeoroligi. Rejang Lebong berpotensi akan bencana hidrometeoroligi akibat cuaca ekstrem yang terjadi dalam satu minggu terakhir.
“Saat ini kita meminta masyarakat untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti angin kencang, tanah longsor hingga banjir bandang yang berpotensi terjadi di Kabupaten Rejang Lebong,” pesan Kepala Pelaksanana BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto MT dikonfirmasi Sabtu (6/11).
Dijelaskan Budi, cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong dalam satu minggu terakhir karena pengaruh dari La Nina yang saat ini tengah melanda tanah air yang menyebabkan hujan dengan intensitas disertai angin kencang dan petir.

Menurut Budi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada akan potensi bencana Hidrometeorologi, karena menurutnya Provinsi Bengkulu salah satu provinsi yang masuk daftar daerah berstatus siaga bencana oleh BMKG.
“Selain kita meminta masyarakat untuk waspada, kita juga melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat desa dan kelurahan untuk mempersiapkan evakuasi bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” aku Budi.

Kemudian untuk mengantisiapasi hal-hal yang tidak diinginkan akibat bencana hidrometeorologi tersebut, masyarakat juga diminta untuk mengurangi kegiatan aktifitas diluar rumah, karena menurutnya potensi bencana tersebut bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dalam melakukan aktifitas diluar rumah, yang perlu dihindari masyarakat seperti pohon besar, baliho, saluran air hingga daerah rawan longsor.
“Kita dari BPBD sendiri, sudah menyiagakan personel kita mulai dari Pusdalops hingga relawan yang tersebar di 156 desa dan kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong ini,” aku Budi.

Kemudian untuk perlengkapan evakuasi yang disiagakan oleh BPBD mulai dari alat berat yang berupa loader, pelampung, dapur umum, mobil tangki, logistik hingga sejumlah perlengkapan tanggap bencana lainnya.
“Kita semua berharap potensi bencana tersebut tidak terjadi di Rejang Lebong ini, namun kita harus tetap waspada,” tutup Budi.(251)