Warga Usul Jalan Baru

BERMANI ULU RAYA, BE – Lebih dari tiga titik longsor di jalan lintas Curup-Lebong, tepatnya di Desa Dataran Tapus. Termasuk salah satunya titik longsor yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB Kamis (9/2), yang membuat jalan lintas kabupaten tersebut menjadi tertutup material tanah dan tanaman yang longsor. Edi Robinson, salah satu pengusaha batu bata ketika dikonfirmasi membantah, jika longsor terjadi karena ada aktivitas warga yang mengeruk tanah untuk bahan pembuatan batu bata. “Tidak ada hubungannya, longsor tersebut terjadi karena tidak ada drainase, sehingga dengan mudah tebing tergerus air, pada saat hujan deras,” tegasnya. Jika pengrajin batu bata yang dipersalahkan, bagaimana kehidupan sekonomi sebagian besar masyarakat yang mengandalkan hidup dari kerajinan tersebut. “Hampir 75 persen masyarakat Desa Dataran Tapus, bekerja sebagai pengrajin batu bata,” katanya. Edi mengusulkan agar pemerintah membuat jalan baru, sebagai alternatif jalan lintas. Dengan membuka lahan perkebunan warga yang jaraknya kurang dari 2 km.  “Dengan pembuatan jalan baru, jarak akan lebih singkat dari jalan saat ini, yang sering longsor saat hujan dan berjarak 4 km,” tuturnya. Sebagai jaminan dukungan warga terhadap pembangunan jalan, Edi menjamin, masyarakat dengan suka rela mengorbankan sebagian lahan pertanian mereka agar menjadi jalan. “Lahan saya juga ada, saya siap mengorbankan tanah saya gratis untuk pembangunan,” tegasnya. Sementara itu, pagi kemarin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI bersama masyarakat, melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor di jalan Lintas Curup-Lebong. Kondisi itu membuat jalan bisa kembali dilewati oleh kendaraan.

Di lokasi lain, longsor juga terjadi di jalan SMAN 5 Kelurahan Air Bang Curup Tengah. Sebuah drainase berukuran besar jebol saat hujan turun cukup deras beberapa hari lalu. Kondisi itu membuat sekitar 1 hektar kabun cabe milik warga, hancur diterjang aliran air hujan. “Kerugian akibat drainase yang jebol, membuat kami kebun cabe kami rusak,” tutur Ucok (30) salah satu pemilik lahan. Sekretaris Lurah Air Bang Maheran Sitanggang ketika dikonfirmasi menerangkan, kondisi air pada saat hujan cukup deras. Hal itu membuat drainase yang sudah terbilang tua tidak mampu lagi berfungsi dengan baik. “Setidaknya ada 4 titik drainase yang akan menyusul jebol,” terangnya. Kondisi drainase terletak di tebingan yang miring dan berliku. Air hujan yang deras membuat drainase tidak mampu lagi menampung aliran air, membuat pondasi drainase jebol. “Pihan BPBD sudah melihat kondisi longsor, dan mengaku akan segera memperbaiki dampak bencana tersebut,” kata Seklur. (999)