Warga Tagih Pembangunan Bronjong

LEBONG UTARA, BE – Masih ingat dengan bencana banjir yang melanda Kabupaten Lebong 21 April 2012 lalu. Desa Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara dan Desa Kota Baru Santan Kecamatan Pelabai menjadi lokasi banjir terparah pada saat itu.

Saat kejadian bencana banjir tersebut, beberapa rumah hanyut akibat pinggiran sungai yang habis tergerus air dan ratusan rumah terendam banjir, untuk itu diperlukan tanggul atau bronjong penahan banjir agar pengikisan daerah pinggir atau bantaran sungai tersebut tidak semakin habis dihantam aliran sungai.

Sebab jika tidak secepatnya dibangun bronjong atau tanggul penahan banjir, memasuki musim penghujan saat ini di Desa Talang Ulu ada sekitar 11 Rumah di Desa Talang Ulu Kecamatan Lebong Utara dan sekitar 9 Rumah diDesa Kota Baru Santan Kecamatan pelabai rawan akan hanyut menjadi korban banjir bandang berikutnya.

Nahrul Mahadi (40) Warga DesaTalang Ulu Kecamatan Lebong Utara yang merupakan salah satu korban banjir bandang mengungkapkan jika pembangunan bronjong atau tanggul di bantaran sungai Aman tersebut merupakan salah satu hal yang mendesak.

Sebab, dalam satu bulan ini saat hujan deras air sempat besar dan nyaris menghanyutkan rumah warga lainnya yang ada di pinggiran sungai Aman tersebut.

“Minggu kemarin waktu hujan besar air sempat besar, sedangkan bronjong atau tanggul penahan banjir yang dijanjikan pemerintah hingga saat ini belum dibangun. Saya khawatir jika ini tidak dibangun, maka akan ada sekitar11 rumah dibawah itu yang akan hanyutterbawa banjir.

Apa harus ada korban kedua baru tanggul itu dibangun?” ungkap Nahrul.

Dikatakan Nahrul, sejak rumahnya hanyut pada kejadian banjir bandang tersebut, saat ini dirinya bersama anak dan istrinya tinggal di rumah adiknya.

“Jadilah saya saja yang menjadi korban, jangan sampai ada warga lainnya yang menjadi korban. Ini saja setiap air naik, warga cemas dan siap-siap mengungsi. Untuk itu saya mohon janji para pejabat tinggi itu ditepati,” kata Nahrul.

Selain itu, mantan Kepala Desa Kota Baru Santan M Yuzir atau yang akrab disapa Em mengatakan jika dirinya saat itu telah menghibahkan tanah untuk pemindahan alur sungai santan di Desa Kota Baru Santan, namun hingga saat ini belum ada pekerjaan yang dilakukan oleh Pihak Pemerintah setempat.

“Saya hanya meminta agar segera di buat bronjong dan pemindahan alur sungai di tanah yang telah saya hibahkan tersebut. Sebab saya khawatir kejadian banjir besar tersebut akan terulang kembali jika tidak cepat dibuat bronjong atau tanggul penahan banjir, apalagi saat ini di Lebong sudah sering hujan,” jelas Em.

Dikatakan M Yuzir, dirinya berharap dengan dilakukan pemindahan alur tersebut dapat mengurangi rasa khawatir warga desa tersebut dengan banjir seperti yang terjadi pada Sabtu (21/4) lalu yang saat ini masih menyisakan trauma pada warga.

“Kemarin saja saat hujan lebat ketinggian air sudah mencapai setengah meter, dan beberapa warga sudah ada yang mengungsi ke rumah warga yang tempatnya lebih tinggi dan aman dari bencana banjir.

Nah inikan berarti warga masih trauma dengan kejadian saat itu (banjir bandang,red), jadi kalau cepat dibuat bronjong atau tanggul penahan banjir, paling tidak itu sudah mengobati rasa trauma warga. Untuk itu, saya minta untuk segera di buat tanggul penahan banjir serta pemindahan alur di beberapa titik yang rawan,” pungkas Em.(777)