Usia Produktif Tidak Menerima Bansos Lagi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Perubahan skema Bantuan Sosial (Bansos) usia produktif 30 – 40 tahun tidak akan lagi masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu Iskandar Zo mengatakan, terjadi perubahan skema dalam upaya meningkatkan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan melalui Bantuan Program Usaha Kewirausahaan (Pro UKS) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan memberikan bantuan usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat usia produktif.

“Bantuan Pro UKS untuk menciptakan kemandirian dengan melihat kebutuhan usaha yang mereka miliki untuk meningkatkan produktifitas dan penghasilan,” ujar Iskandar, Kamis (9/6).

Terdapat dua cara dalam menanggulangi masalah kemiskinan pertama dengan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin yang kedua meningkatkan pendapatan rumah tangga miskin. Iskandar mengatakan skema yang selama ini berjalan lebih fokus pada mengurangi pendapatan rumah tangga miskin.

“Selama ini kita lakukan lebih banyak mengurangi pengeluaran rumah tangga miskin seperti menekan pengeluaran kehidupan sehari – hari treatment nya bantuan pangan non tunai, menekan biaya pendidikan ada program PKH, KIP,” bebernya.

Berdasarkan evaluasi dari Kemensos menunjukkan program pengurangan pengeluaran keluarga miskin belum mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan, malah membuat usia produktif menjadi tidak produktif.

“Setelah dievaluasi setelah sekian tahun berjalan dianggap tidak mengurangi angka kemiskinan secara signifikan,” jelas Islandar.

Dari sekitar 80.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos, 20% diantaranya merupakan usia produktif yang nantinya akan dikeluarkan dari DTKS dan akan dialihkan ke Program Pro UKS.

“Kita melihat di PKH terbanyak terdapat usia produktif, dari 80.000 sekitar 20% -nya usia produktif yang nantinya tidak akan mendapatkan Bansos,” tutup Iskandar.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*