Tol Laut Belum Optimal di Bengkulu, Kapal Belum Ada yang Singgah

Foto Suary/BE : Foto bersama rapat evaluasi tol laut di ruang pola Pemprov Bengkulu.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu menggelar rapat evaluasi tol laut yang selama ini belum optimal bahkan singgah ke Bengkulu.

Kepala Dinas Perhubungan Bambang ASB menyampaikan, selama ini tol laut tidak berjalan optimal bahkan untuk tahun 2022 kapal tol laut belum pernah bersandar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

“Jangan sampai nanti setelah programnya habis kapalnya belum pernah ke Bengkulu sekalipun,” ungkap Bambang, Selasa (7/6).

Bambang juga menyampaikan bahwa saat ini program tol laut belum berjalan secara optimal. Sehingga sangat disayangkan program yang dibiayai Pemerintah Pusat ini tidak memberikan dampak bagi pertumbuhan dan kemajuan ekonomi di Bengkulu.

“Kan sayang kalo tol laut ini tidak dimanfaatkan secara optimal, apabila tol laut ini bisa berjalan normal dampaknya adalah ekonomi,” sambungnya.

Program ini digunakan untuk mempermudah akses pengangkatan komoditas dari dalam Bengkulu keluar maupun sebaliknya dari luar ke dalam Bengkulu dan untuk program tahun 2022 sudah diajukan oleh Pemprov.

“Kita butuh tol laut ini untuk mobilisasi komoditas baik ke dalam Bengkulu maupun dari Bengkulu ke luar. Untuk tahun 2022 sudah kita usulkan begitu juga untuk tahun 2023,” jelas Bambang.

Kedepan Bambang menyatakan pihaknya akan melakukan rapat koordinasi lanjutan pembahasan untuk melakukan identifikasi komoditas yang bisa diangkut kapal tol laut.

“Nanti akan kita lanjutkan rapat koordinasi lanjutan untuk melakukan identifikasi komoditas dan aksi nyata pelaksanaan tol laut,” katanya.

Di sisi lain Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Provinsi Bengkulu, Indarto, yang merupakan organisasi pengusaha perusahaan pelayaran angkutan niaga menyampaikan permasalahan utama tol laut karena belum adanya konektivitas di luar jalur tol laut yang saat ini tersedia Teluk Bayur – Gunung Sitoli – Sinabang – Mentawai – Bengkulu.

“Belum ada konektivitas yang tersambung diluar trayek tol laut,” jelas Indarto.

Indarto juga menyampaikan bahwa pengangkutan komoditas menggunakan tol laut lebih terjangkau dibandingkan dengan angkutan komersil biasa.

“Biaya pengangkutan komoditas ataupun barang menggunakan program tol laut 1.800.000 per kontainernya dengan kapasitas perkapal sebanyak 50 unit kontainer,” ujar Indarto.(CW2/Suary



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*