Tingkatkan Kewaspadaan, PLN UPDK Bengkulu Simulasi Tanggap Darurat Huru Hara dan Ancaman Bom

UJAN MAS, bengkuluekspress.com – PT PLN (Persero) UPDK Bengkulu berkolaborasi dengan Polres Kepahiang menggelar Simulasi Tanggap Darurat Huru Hara dan Ancaman Bom. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Intake DAM ULPLTA Musi dengan melibatkan 100 personil yang terdiri dari Anggota kepolisian dan Satuan Pengamanan UPDK Bengkulu.Kegiatan ini merupakan upaya PLN untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga pasokan listrik yang andal kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi sehingga sekuriti memiliki bekal dan pengetahuan untuk melaksanakan pengamanan area saat terjadi unjuk rasa di area PT PLN (Persero) UPDK Bengkulu ULPLTA Musi.“PLN UPDK Bengkulu merupakan unit yang memproduksi listrik dari energi air atau masuk dalam kategori energi baru terbarukan sehingga kita harus menjaga pasokan listrik yang andal karena pembangkit kami ramah lingkungan” ungkap Manajer Bagian Enjiniring, M. Kamil Ansory.

Kegiatan ini kami mengharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan personil pengamanan kami yang tentunya dengan melibatkan dengan Polres Kepahiang dalam simulasi Tanggap Darurat Huru Hara dan Ancaman Bom sehingga ancaman-ancaman yang memungkinkan terjadi dapat kami antisipasi lanjutnya.Dalam Kegiatan ini Tim Polres Kepahiang menurunkan Tim Dalmas tahap 1, Negosiator, Pengurai masa (Tiga unit motor dan tiga unit senjata pelontar amunisi gas air mata), Pleton Dalmas inti & Kendaraan AWC (water cannon) dalam pelaksanaan simulasi tanggap darurat huru hara dan ancaman bom.Dalam sambutannya, Kabag SDM, Kompol M. Nurdai menyampaikan latihan gabungan antara Polres Kepahiang dan PLN UPDK Bengkulu adalah sarana untuk menunjang peningkatan SDM personil baik Polri maupun Satpam yang ada di PLN UPDK Bengkulu.“Latihan gabungan antara Polres Kepahiang dan PLN UPDK Bengkulu ini adalah sarana untuk menunjang peningkatan SDM personil baik Polri maupun Satpam yang ada di PLN UPDK Bengkulu. Dalam hal kemampuan pengaman aksi unjuk rasa dan ancaman bom, personil hendaklah melaksanakan latihan dengan sungguh- sungguh sesuai dengan instruksi sehingga apabila terjadi menghadapi unjuk rasa dan tindakan lanjutan seperti teror bom, personil tahu apa yang harus di lakukan sesuai dengan SOP yang ada,” ucap Nurdai.

Kegiatan simulasi tanggap darurat huru hara dan ancaman bom ini merupakan kegiatan rutin dilaksanakan di lingkungan PLN UPDK Bengkulu. Simulasi ini bertujuan sebagai refreshment untuk mengingatkan kembali anggota keamanan terhadap SOP penanggulangan kejadian huru-hara dan ancaman bom, selain itu juga untuk meningkatkan hubungan kerjasa sama dengan stakeholder Polres Kepahiang.



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*