Tiga Daerah Berpotensi Tujuan Wisata Medis di Indonesia

FOTO ISTIMEWA/BE – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Komisaris Utama PT WSM Dahlan Iskan, Senin (10/1).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Berdasarkan rilis Bank Dunia pada tahun 2018, sekitar 60 persen turis medis di Malaysia. Sedangkan di Singapura, ada sekitar 45 persen turis medis berasal dari Indonesia.

Hal ini terungkap dari zoom meeting media massa di bawah naungan PT WSM bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Komisaris Utama PT WSM Dahlan Iskan, Senin (10/1).

Selain itu, terdapat 10 wilayah utama pengeluaran outbond yang tertinggi untuk wisata medis di Indonesia yaitu Jakarta, Medan, Bali, Riau, Kepri, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Palu dan Palembang.

Dengan melihat tingginya wisata media di negeri jiran berasal dari Indonesia, Luhut mengaku prihatin. Sebab itu dia mengatakan pemerintah menargetkan wisata medis itu ada di Indonesia. Ada 3 daerah yang berpotensi untuk dijadikan sebagai tujuan wisata media di Indonesia yaitu Jakarta, Medan dan Bali.

Di sisi lain, berdasarkan siaran Menko Marves September 2021 lalu, Pemerintah terus menggencarkan upaya pengembangan wisata kesehatan atau medical tourism. Salah satu batu loncatan dalam pengembangan industri wisata medis nasional adalah Indonesia Health Tourism Board.

“Tujuan utama pembentukan IHTB adalah untuk menaungi dan mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia. IHTB juga diharapkan dapat meminimalisasi ketidakpercayaan masyarakat pada institusi medis di Indonesia, dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Luhut dilansir melalui laman web resmi Kemenko Marves, Maritim.go.id.

Menko Luhut mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap masalah kesehatan menunjukkan tren positif, terindikasi melalui pengeluaran di bidang kesehatan yang mencapai 337 dolar AS per kapita pada 2018, serta peningkatan Foreign Direct Investment di bidang kesehatan, dengan investasi tertinggi berasal dari Singapura, Australia dan RRT. “Ini menandakan bahwa sektor kesehatan Indonesia memiliki peluang investasi yang menjanjikan di masa depan,” ujar Menko Luhut.(raj)

 







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*