Tawuran Siswa, 1 Mobil Rusak

BENGKULU, BE – Dunia pendidikan di Kota Bengkulu kembali tercoreng. Setelah penyebaran video mesum, peredaran uang palsu, kali ini tawuran antar pelajar. Tawuran tersebut dilakukan siswa SMK 2 Jarak Jauh dan SMAN 4 Kota Bengkulu. Perbuatan tidak terpuji tersebut terjadi kemarin (25/1) sekitar pukul 11.00 WIB di ruas jalan depan SMAN 4. Dalam tawuran itu, siswa SMK 2 Jarak Jauh yang beralamat tidak jauh dari SMAN 4 tiba-tiba menyerang dengan batu. Kaget dengan serangan tersebut, siswa SMAN 4 pun memberikan perlawanan dengan membalas lemparan batu. Tidak ada korban dalam tawuran tersebut, namun mobil salah seorang guru SMAN 4, Mahendara mengalami pecah pada kaca depan. Kejadian itu berawal sekitar pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB siswa SMK 2 Jarak Jauh menggelar pertandingan futsal dengan SMAN 4 di lapanagan futsal MAN 1 Model Bengkulu.  Dalam pertandingan tersebut dimenangkan oleh siswa SMAN 4. Ketika usai pertandingan, siswa SMK 2 Jarak Jauh pun berniat pulang ke sekolahnya, namun pada saat itu salah seorang siswa SMK 2 Jarak Jauh di geser oleh salah seorang siswa yang menggenakan kostum SMAN 4. Tidak senang dengan kejaidan tersebut, siswa SMK 2 Jarak Jauh pun menegur siswa yang menggenakan kostum SMAN 4 tersebut. Merasa tidak senang, siswa yang menggenakan kostum SMAN 4 mengancam siswa SMK 2 Jarak jauh dengan mengeluarkan pisau dari bawah jok sepeda motornya.

Mendapati hal tersebut, salah seorang siswa SMK 2 Jarak Jauh tersebut langsung pulang ke sekolahnya dan menceritakan hal tersebut kepada siswa lainnya. Mendengar pengakuan temmanya, kontan saja puluhan siswa SMK 2 Jarak jauh langsung mendatangi SMAN 2 dan menyerang dengan batu. Serangan tersebut cukup alot, bahkan guru dari masing-masing sekolah tidak mampu untuk mencegah aksi brutal tersebut. Aksi mereda setelah beberapa masyarakat di sekitar SMAN 4 turun ke jalan dan anggota Polsek Gading Cempaka tiba di lokasi. Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 4 Bidang Kesiswaan, Pauri MPd mengatakan, kajadian tersebut hanya miss komunikasi. Dia menjelaskan siswa yang menggenakan kostum SMAN 4 yang bermasalah dengan SMK 2 Jarak Jauh bukan siswanya, melainkan siswa MAN Model. Dia menjelaskan, siswa MAN 1 Model itu sengaja meminjam kostum SMAN 4 agar dibolehkan keluar lingkungan sekolah. Sebab siswa MAN 1 Model tidak dibolehkan keluar dari lingkungan karena memakai pakaian panitia turnament futsal. “Kami akan mencaritahu siapa siswa SMAN 4 yang telah meminjamkan kostum tersebut kepada siswa MAN 1 Model, sehingga menimbulkan masalah seperti ini,” ujar Paur. Mengenai adanya mobil salah seorang guru yang kena lemparan batu tersebut, Paur mengatakan akan membicarakan hal itu kepada pihak sekolah SMK 2 Jarak Jauh untuk memperbaikinya.

Sementara itu, Ketua RT 12, Pulungan (49) mengatakan jika warga tidak cepat turun mencegah tawuran tersebut kemungkinan menimbulkan korban. “Kami langsung datang melerai, karena takut rumah warga ikut menjadi sasaran amukan siswa dari kedua sekolah ini,” ujar Pulungan di tengah-tengah keramaian tawuran tersebut. Sementara itu, Kapolsek Gading Cempaka AKP Mada Ramadita langsung menuju ke SMKN 2 Kelas Jauh disana ia langsung mengumpulkan seluruh siswa. Dihadapan siswa, ia menegaskan akan menindak tegas bagi siswa saja yang kembali melanjutkan aksi tawuran itu. “Tawuran lagi, saya akan tindak tegas,” ucapnya dihadapan siswa. Sayangnya, saat terjadinya tawuran tersebut, pelaksana SMKN 2 Kelas Jauh Drs Elan Nur Yaman sedang sakit. Menggantikannya, pengawas sekolah yang juga pernah menjabat sebagai Kepala SMKN 2 Herdan SPd mengatakan akan merekomendasikan sanksi berat bagi siswa sekolah kejuruan ini yang kembali mengulangi perbuatannya itu. “Tawuran lagi, saya rekomendasikan langsung ke polisi,” tegasnya. Tindakan tegas ini dilakukan pihaknya agar siswa disekolah itu tidak lagi terlibat dengan aksi yang hanya disebabkan oleh masalah sepele saja. “Setelah ini, saya akan kumpulkan lagi anak-anak ini untuk diberikan pengarahan lagi,” pungkasnya. (128/cw1)