Syafira Anggraini Bayi 4 Bulan, Penderita Hidrosefalus

IST/BE
Edi Afrianto saat mengunjungi Syafira Anggraini, bayi kecil penderita hidrosefalus, Jumat (10/6).

GIRI MULYA, bengkuluekspress.com- Beginilah keadaan, Syafira Anggraini, diusianya yang baru menginjak 4 bulan, harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus atau pembengkakan dibagian kepala, saat ini kondisinya sangat memperihatinkan lantaran kepalanya semakin membesar.

Menurut dari keterangan orang tua bayi, Supriyono warga Desa Renah Jaya Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara (BU), bahwa buah hatinya tersebut lahir normal seperti pada umum bayi lainnya. Namun saat memasuki usia tiga minggu terjadi pembengkakan dibagian kepala. Sempat dilakukan pemeriksaan ke rumah sakit, namun akhirnya dibawa kembali kerumah lantaran saat itu masih dalam masa libur lebaran.

“Baru lahir anak saya normal, namun pada saat berusia tiga Minggu terjadi pembengkakan di kepala. Sudah saat bawa ke rumah sakit lantaran libur lebaran anak saya dibawa pulang kembali,”kata Supriyono.

Ditambahkannya, bahwa seiring berjalannya waktu, pembengkakan dikepala anaknya semakin membesar dan bagian tubuh lainya mengecil, sehingga saat ini kondisinya sangat memperihatinkan. Dengan keadaan kondisi hanya kerja serabutan, Supriyono mengaku tidak mampu mengobati anaknya dengan layak. Akan tetapi dirinya pun sangat beruntung anaknya tersebut dapat bantuan dari berbagai pihak sehingga anaknya dalam waktu dekat akan mendapatkan pengobatan untuk dirujuk ke rumah sakit.

“Dengan kondisi saya yang hanya kerja serabutan, jadi saya tidak dapat mengobati anak saya karena terkendala biaya untuk pengobatan. Namun berkat bantuan dari berbagai pihak, Syafira dalam waktu dekat akan dirujuk kerumah sakit,”Ungkap Supriyono.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD BU, Edi Afrianto, saat mengunjungi Syafira, akan memastikan untuk pengobatan Syafira akan dilakukan pada awal Juli 2022 mendatang. Karena hal tersebut setelah dirinya berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini pihak Dinas Sosial dan RSUD Arga Makmur.

“Alhamdulillah, setelah kita berkoordinasi dengan pihak Dinsos dan RSUD serta pihak lainya, bayi Syafira akan dirujuk kerumah sakit pada awal juli mendatang,”terangnya.

Terkait hal ini, Edi sangat menyayangkan kepada pihak pemerintah desa Renah Jaya, karena dirinya menilai pihak pemerintah dinilai terkesan lamban dalam menangani dan memberikan pelayanan terhadap warga yang dinilai kurang mampu dan membutuhkan bantuan.

“Ini yang saya sangat menyayangkan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak desa,” tandasnya.(127)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*