Sudah Dimutasi, Banyak Tidak Mau Pindah

KEPAHIANG, BE – Mutasi guru yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kepahiang terkesan tidak tegas. Ini menyusul banyaknya guru yang dimutasi enggan untuk pindah sampai dengan saat ini.

Informasi yang diterima dewan hampir rata-rata guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kepahiang belum pindah pasca dilakukan mutasi sampai dengan saat ini. Menurut sumber BE yang enggan menyebutkan namanya ada sekitar 3 SD yang gurunya enggan pindah yakni SDN 5, SDN 20 dan SDN 18

Kepahiang. Imbasnya sekolah penerima guru yang dimutasi ini seperti di Kecamatan Seberang Musi sampai dengan saat ini belum menerima guru yang dimutasi tersebut. Padahal sekolah di daerah ini masih sangat kekurangan guru.

“Seperti sekolah di Seberang Musi penerima para guru yang dimutasi sampai dengan saat ini sama sekali belum menerima guru tambahan. Padahal di sekolah tersebut dijanjikan sebanyak 4 orang guru,” ujar sumber ini.
Sementara itu, salah seorang guru di SDN 18 Taba Tebelet Kepahiang membenarkan jika di sekolahnya memang ada guru yang dimutasi belum juga pindah.

“Memang ada guru yang dimutasi dan juga belum pindah,” ujar guru yang juga enggan menyebutkan namanya ini sembari menyampaikan jika guru yang dimutasi tersebut sebenarnya sudah menerima SK mutasi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Drs Ahmad Rizal MM kepada BE sangat meyayangkan kondisi ini. Menurutnya mutasi ini sangat jelas tidak tegas dilakukan oleh Dikpora Kepahiang dan BKD. Seharusnya begitu pengumuman mutasi ini keluar para guru sudah harus pindah kesekolah yang ditunjuk dalam SK mutasi tersebut.

“Kalau faktanya seperti ini artinya pihak Dikpora dan BKD dalam pelaksanaan mutasi guru ini tidak tegas. Kalau memang tujuan mutasi guru ini untuk pemerataan tenaga guru aturanya guru yang dimutasi tersebut sudah harus pindah, tapi kenyataanya sampai dengan saat ini belum,” kata Rizal.

Menurutnya, pihaknya menduga kuat jika kondisinya seperti saat ini, mengenai mutasi ini pasti ada kejanggalan. Bisa saja ada permainan dalam mutasi guru ini.

“Bisa saja apa yang disampaikan media mengenai adanya pugutan dalam mutasi guru ini benar, buktinya saja walaupun sudah dimutasi guru enggan pindah dan pihak Dikpora juga terkesan tidak tegas,” kesal Rizal.

Sementara itu, Kadis Dikpora Kepahiang Mansori SH MH sewaktu dikonfirmasi BE membenarkan mengenai adanya para guru yang sudah dimutasi tetapi sampai dengan saat ini belum mau pindah. Menurutnya kondisi ini tidak hanya di tingkat sekolah TK dan SD saja melainkan guru SMP dan SMA juga ada yang enggan pindah sampai dengan saat ini.
“Memang ada guru yang enggan pindah sampai dengan saat ini dan kita sudah miliki datanya,” ujar Mansori.
Mengenai kondisi ini, pihaknya saat ini tengah menyusun ulang SK guru yang sudah dimutasi sebelumnya.Memang ada sebagian guru yang protes akan pelaksanaan mutasi ini dikarenakan sudah lama mengajar tetapi dipindahkan sementara itu guru baru dan sertifikasi tidak dipindahkan.

“Kita tengah menyusun ulang SK guru yang dimutasi ini. Memang ada yang keberatan diantaranya para guru senior yang pindah, dan saat ini tengah kita perbaiki.

Tetapi mengenai masalah ini guru yang  kurang jam mengajar tetap harus pindah apapun alasannya,” jelas Mansori.

Dijelaskannya, dasar pihaknya harus melakukan penyusunan ulang mengenai SK mutasi ini karena seperti di salah satu TK di Kecamatan Merigi terdapat jumlah guru berjumlah 6 orang sedangkan jumlah murid hanya 6 orang saja. Inilah yang menurutnya harus dilakukan pendataan ulang mengigat TK di Kepahiang saja banyak kekurangan guru pengajarnya.

Menurutnya mengenai pelaksanaan penyusunan ulang guru yang dimutasi ini akan selesai pada akhir bulan ini, dimana begitu selesai pihaknya akan melakukan mutasi tahap II.

“Seperti TK di Merigi gurunya berjumlah 6 orang. Padahal muridnya saja hanya sebanyak 30 orang, itukan berbanding terbalik dengan kondisi kita di Kepahiang ini.

Mengenai penyusunanan ulang ini kita targetkan akan selesai pada akhir bulan ini dan apa yang kita susun ulang ini kita harapkan dipatuhi para guru,” jelasnya.

Adapun mengenai adanya dugaan pihaknya melakukan pungutan mengenai mutasi guru di Kepahiang ini, dirinya secara tegas membantah. Bahkan dirinya selaku Kadis Dikpora menyampaikan jika ada oknum yang melakukan pungutan kepada para guru dalam pelaksanaan mutasi bisa melaporkannya langsung kepada dirinya.

“Mengenai dugaan adanya pungutan dalam pelaksanaan mutasi kami secara tegas membantahnya dan kalaupun ada silahkan lapor kepada saya langsung dan saya akan tindak oknum tersebut,” tandas Mansori.(505)