Soal PAD, Kinerja SKPD Dinilai Mlempem

ARGA MAKMUR, BE- Bupati Bengkulu utara Dr Ir H Imron Rosyadi MM MS kecewa dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang cuek dengan target Pendapatan asli daerah (PAD).

Pasalnya, sejauh ini realisasi PAD yang masih jauh dari target yang ditetapkan. Sehingga lemahnya kinerja perlu dibenahi dengan mengetahui secara teknis dan hukum berkaitan potensi penggalian PAD selama ini.  “

Pahami teknis dan aturan yang berlaku, untuk melengkapi Peraturan Bupati (Perbup) yang diperlukan, ” kata Imron saat menggelar rapat evaluasi di ruang pola kemarin (20/10).

Ditegaskanya, SKPD diminta tidak menganggap remeh hal kecil terkait pencapaian PAD yang sudah didapatkan. Dengan batas yang kewajaran, bupati meminta dan mengingatkan instansi untuk mengejar ketertinggalan.” Targetnya Rp 24 miliar, namun saat ini hanya mencapai Rp 18 miliar. Hal ini sangat tidak logis karena sudah mendekati akhir tahun anggaran, ” paparnya.

Potensi PAD di Bengkulu Utara cukup melimpah, namun belum ada SKPD yang cukup jeli memanfaatkan peluang yang ada. Alasan regulasi pusat yang membatasi kewenangan kabupaten menggali retribusi daerah tidak bisa dijadikan alasan untuk kegagalan yang terjadi.

” Berulang kali sudah disampaikan, harus pandai dan jeli melihat potensi daerah. Agar PAD yang didapatkan sangat siginifikan, ” tandas Imron. (117)