SMAN di Kota Bengkulu Ramai-Ramai Potong Kurban

Hari raya Idul Adha atau yang lazim disebut Hari Raya Kurban, karena pada saat itu dilakukan ibadah pemotongan kurban, tidak dilewatkan oleh SMAN-SMAN yang ada di Kota Bengkulu.  Sebagian SMAN tersebut, telah merencanakan untuk menggelar pemotongan hewan kurban.  Aktifitas tersebut, digelar sekolah dengan tujuan menjadi  ajang pembelajaran bagi siswa di sekolah masing-masing.

”SMAN 2 tahun ini berencana melakukan pemotongan hewan kurban sebanyak 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing.  Pemotongan hewan kurban akan dilakukan pada hari Sabtu (27/10). Kegiatan pemotongan kurban ini adalah program OSIS, dan uang untuk membeli hewan kurban tersebut dari siswa.  Aktifitas ini kami lakukan dalam rangka pembelajaran bagi siswa atau latihan melakukan ibadah kurban bagi siswa,” tutur Kepala SMAN 2 Kota Bengkulu, Dra Darmati, MPd.

Tahun ini, SMAN dengan jumlah hewan kurban terbanyak di Kota Bengkulu, dipegang oleh SMAN 6 Kota Bengkulu. SMAN yang berlokasi di Bajak Kecamatan Teluk Segara ini akan melakukan pemotongan sapi sebanyak 5 ekor.  ”Kurban ini berasal dari guru dan juga dari siswa. Jumlah 5 ekor. Kita akan melakukan pemotongan kurban hari Sabtu.  Pelaksana pemotongan kurban adalah para guru, tenaga TU dan para siswa,” ujar Kepala SMAN 6, Afdal Khairi, SPd kepada BE disela rapat MKKS SMA yang digelar di SMAN 5 Kota Bengkulu, Kamis (25/10).

Diurutan kedua, jumlah kurban terbanyak adalah SMAN 7 Kota Bengkulu.  Menurut Kepala SMAN 7 Kota Bengkulu, Drs Eko Purwoko, M.Pd sekolahnya tahun ini memotong 4 sapi dan 2 kambing.  Kurban tersebut berasal dari guru, siswa dan keluarga besar SMAN 7 Kota Bengkulu.  Rencananya, pemotongan kurban akan dilakukan di hari Minggu (28/10).

”Program kurban ini sesuai dengan anjuran agama, dan patut menjadi pembelajaran bagi siswa. Setiap tahun, kami aktif melakukan program ibadah kurban ini. Tahun 2011 lalu, sekolah melakukan pemotongan kurban sebanyak 4 sapi. Tahun 2010, kami memotong 7 sapi.  Bila dilihat grafiksnya, terlihat menurun.  Hal ini terjadi karena biasanya, guru atau siswa yang tahun ini berkurban, tahun depannya istirahat tidak memotong kurban, atau melakukan pemotongan di tempat lain,” tuturnya.(**)