Sengketa Tanah Makam, BPN Fasilitasi Mediasi

Iman/ BE – Syafrianto, Kepala BPN Kota Bengkulu

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Usai melakukan pengukuran lahan tempat pemakaman umum (TPU) Leban di Kelurahan Sawah Lebar Baru yang bersengketa pada Maret lalu, hingga saat ini BPN Kota belum mengeluarkan hasil status tanah makam tersebut.

BPN mengaku akan terlebih dahulu memediasi pengurus makam dan masyarakat yang bersengketa. BPN hanya menunggu waktu yang pas untuk menemui pihak-pihak yang bersengketa agar permasalahan bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Kepala BPN kota Bengkulu Syafrianto mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan pengukuran ulang luas lahan TPU Leban. Selanjutnya penjadwalan pertemuan dengan kedua belah pihak yang bersengketa sedang dilakukan untuk mencarikan solusi masalah tersebut dan kejelasan status lahan tanah makam.

“Untuk sengketa tanah lahan makam Leban itu kita utamakan mediasi dulu. Kita tunggu waktu yang tepat untuk mencarikan solusi permasalahan ini. Nanti pihak yang bersengketa dan dari pihak kita juga akan membicarakan lebih dalam permasalahan ini untuk menghindari tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” jelas Syafrianto, Senin (04/07).

Sebelumnya warga Sawah Lebar Baru didampingi pemerintah kota ikut menyaksikan BPN Kota Bengkulu melakukan pengukuran ulang tanah TPU Leban pada bulan Maret lalu. Dalam pengukuran tanah ini pihak BPN melakukan perhitungan luas tanah berdasarkan sertifikat Tahun 1992 yang membuat peta luas lahan dengan luas 6000 meter persegi.

Namun sebagian tanah di kawasan ini menjadi polemik setelah salah seorang oknum masyarakat juga mengaku memiliki tanah di kawasan ini seluas 848 meter persegi dengan sertifikat yang keluar pada tahun 2021. Untuk itu, dalam mediasi nantinya masyarakat juga akan meminta keterangan dari BPN terkait sertifikat yang dikeluarkan BPN atas lahan tersebut. (Imn)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*