Sehari Distop, Jembatan Ketapang Berlanjut Lagi

KEPAHIANG, BE – Polemik pembangunan jembatan di Jalan Ketapang berakhir sudah. Ini setelah Bupati Kepahiang Drs H Bando Amin C Kader MM turun tangan menyarankan agar pembangunan jembatan yang sempat distop agar tetap dilanjutkan.

Menariknya, anggota Komisi III DPRD Kepahiang Hariyanto SKom MM berubah melunak dan menerima saran tersebut. Padahal sebelumnya politisi ini sangat lantang menolak dan menyebut ada pengalihan lokasi jembatan dari Gang Devita Kelurahan Dusun Kepahiang.

Menurut Hariyanto solusi yang ditawarkan bupati pembangunan jembatan untuk Gang Devita akan bisa direalisasikan tahun depan.

“Tapi kita meminta kepada SKPD terkait dapat menjelaskannya kepada warga secara langsung. Karena bagaimanapun juga pembangunan jembatan tersebut usulan warga. Artinya warga juga perlu diberikan penjelasan dengan cara duduk bersama,” katanya.
Ia pun mengaku tetap akan mengawasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar ke depan tidak seenaknya mengalihkan proyek pembangunan secara sepihak. “Perlu diketahui anggaran proyek itu dibahas dalam Banggar. Jadi sudah semestinya dikoordinasikan dulu.

Dengan begitu setidak-tidaknya kami selaku wakil rakyat dapat menjelaskannya kepada warga,” ujar Hariyanto.
Haryanto menyayangkan pernyataan rekannya sesama anggota Komisi III Arbi S.Ip MM yang menyebut ada provokator yang menunggangi warga.

“Sebenarnya tidak layak seorang anggota DPRD menuding seperti itu. Jadi ke depannya sebaiknya Arbi itu jangan asbun (asal bunyi). Kita duduk di sini merupakan wakil rakyat,” tegas Hariyanto.

Terpisah, Arbi meminta masalah ini tidak usah diperpanjang lagi. Apalagi sama-sama diketahui solusi bupati merupakan jalan keluar terbaik demi kepentingan warga dan pembangunan Kabupaten Kepahiang ini.

“Jadi saya rasa tidak usah dibahas ataupun diperpanjang secara terus-menerus. Apalagi solusi yang ditawarkan sudah ada. Yang penting sekarang ini jembatan itu segera dibangun sehingga nantinya bisa segera digunakan,” singkat Arbi.

Senada diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Firdaus SH. Solusi yang ditawarkan Bupati Kepahiang agar pembangunan jembatan di Jalan Ketapang tetap dilanjutkan memang ada baiknya. Sementara untuk Gang Devita realisasinya diusulkan tahun anggaran mendatang.

“Apalagi dari hasil koordinasi dengan Lurah setempat, diketahui antara Jalan Ketapang dan Gang Devita itu sama-sama wilayah RT 09.

Artinya pembangunan jembatan tersebut untuk warga yang sama,” ungkap Firdaus.
Sementara itu, Kadis PU Kepahiang Efredi Dameri ST menegaskan pembangunan jembatan di Jalan Ketapang itu bukanlah pengalihan. Sesuai dengan Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) bahwa jembatan dibangun di Kelurahan Dusun Kepahiang.

“Lain halnya jika pembangunan itu dilakukan di Kelurahan Pasar Kepahiang itu baru namanya pengalihan,” tegas Efredi sembariĀ  menunjukkan DPA pembangunan jembatan kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, pembangunan jembatan di Jalan Ketapang Kelurahan Dusun Kepahiang itu dilakukan bukannya semau pihaknya saja. Dalam artian sebelum pembangunan memang sudah direncanakan, dengan begitu perencanaannya sudah sangat matang.

“Dalam membangun kita juga menilai sisi azas manfaatnya. Kalau dari perencanaan kita azas manfaatnya lebih banyak jika jembatan itu direalisasikan di Jalan Ketapang,” tandasnya.(505)