Saras Tidak Lagi Khawatirkan Biaya Berobat yang Besar

Narasumber : Ni Made Azani Saraswati

Curup, Jamkesnews – Memasuki usia sewindu, Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah banyak sekali memberikan manfaat kepada pesertanya. Ni Made Azani Saraswati (24) merupakan salah seorang peserta JKN-KIS yang sudah merasakan manfaat dari program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini.

“Keluarga bersyukur sekali program ini ada dan kami sekeluarga terdaftar sebagai pesertanya. Saya secara khusus merasakan besar manfaat dari program ini. Bagaimana tidak sudah dua kali operasi dan berobat secara rutin selama ini, semuanya ditanggung oleh Program JKN-KIS ini,” ujarnya, Jumat (20/08).

Wanita yang akrab disapa Saras ini pun menceritakan pengalamannya memanfaatkan JKN-KIS. Ia menderita penyakit yang tidak awam. Namanya displasia fibrosa di daerah tulang pipi. Itulah yang menyebabkan ia menjalani dua kali operasi di tahun 2012 dan 2020.

Fibrous dysplasia atau displasia fibrosa adalah kelainan tulang yang disebabkan oleh gangguan atau gagalnya sel-sel pembentuk tulang belakang dan digantikan oleh jaringan fibrosa atau jaringan ikat. Jaringan fibrosa ini akan meluas dan bertambah besar sehingga menyebabkan tulang menjadi lebih lemah dan rentan terhadap fraktur maupun perubahan bentuk sehingga harus mendapatkan perhatian khusus.

“Karena harus operasi, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Mana lagi kami harus ke Kota Palembang untuk melaksanakan operasi, karena harus dirujuk ke rumah sakit yang besar. Tapi syukurnya, kami tidak harus memikirkan biaya pengobatan yang besar itu karena kami sekeluarga sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Keluarga hanya tinggal memikirkan biaya akomodasi dan transportasi selama pengobatan,” ujarnya.

Saras merupakan peserta JKN-KIS dari sektor peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), sebelumnya dia merupakan tanggungan dari keluarga peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) dari segmen Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Sekarang sudah daftar mandiri, karena sudah tidak bisa lagi jadi tanggungan orang tua, tapi saya lega masih bisa mengakses pelayanan kesehatan ini dengan biaya yang terjangkau. Baik sekali pemerintah kita menyediakan program ini untuk membantu masyarakatnya. Semoga pelayanan yang diberikan, baik oleh BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatannya bisa semakin baik lagi,” ucapnya. (RW/ds)