Rumah Warga Diterjang Longsor

BERMANI ILIR, BE – Tingginya curah hujan di Kepahiang mengakibat rumah milik Halimah (70) warga Kelurahan Keban Agung Kecamatan Bermani Ilir Kepahiang, ditimpa longsor. Tanah longsor ini berasal dari tebing setinggi lebih kurang 10 meter yang berada di belakang rumahnya. Untung saja dalam peristiwa yang terjadi Senin (16/4) sekitar pukul 04.00 WIB tersebut, tidak timbul korban jiwa. Tetapi kerugian ditaksir mencapai sepuluh juta rupiah akibat sebagian rumahnya nyaris tertimbun longsor.Camat Bermani Ilir, Ardan Miklis membenarkan musibah tanah longsor tersebut. Sejauh ini pihaknya bersama warga masih terus melakukan pengerukan tanah di rumah korban longsor tersebut. Menurutnya terjadinya musibah tanah longsor ini dikarenakan selain posisi rumah warga yang memang di bawah tebing, juga karena memang kondisi pada waktu itu hujan deras dari sore hari.”Rumah warga korban longsor ini memang sangat rawan, mengigat jarak rumah dengan tebing ini hanya kisaran 1 meter. Sedangkan tinggi tebing yang curam ini mencapai 10 meter lebih,” ungkap camat.

Dijelaskan Ardan, dengan letak rumah dan tebing yang sangat dekat tersebut, bisa saja longsor kembali menimpa rumah tersebut. “Satu-satunya jalan untuk menghindari dari longsoran tanah itu, Halimah dan keluarganya harus pindah dari wilyah itu. Sebab dengan kondisi tebing itu, dimungkinkan longsoran itu akan kembali terjadi,” tegas Ardan.Sementara itu, Bupati Kepahiang yang mendengar terjadinya musibah tanah longsor tersebut langsung memerintahkan pihak BPBD dan Dinas PU untuk meninjau lokasi longsor tersebut untuk memberikan pertolongan. “Mengenai musibah longsor ini kita sudah perintahkan instansi terkait untuk memberikan pertolongan akan musibah ini,” ujar bupati.Dikatakan bupati, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendirikan bangunan agar menjauhi tebing yang memang sangat rawan akan terjadinya longsor. Hal ini untuk meminimlisir terjadinya bencana alam seperti bencana tanah longsor dikala hujan seperti saat ini.”Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di bawah tebing atau pada lokasi yang memang sangat rawan longsor untuk meminimlisir terjadinya musibah seperti saat ini,” terangnya.Dijelaskannya, pihaknya juga akan memasang papan peringatan untuk tidak mendirikan bangunan pada beberapa daerah yang merupakan daerah rawan bencana seperti tanah longsor ini. “Antisipasi terjadinya tanah longsor ini kita juga akan memasang papan perigatan akan bahaya longsor ini,” jelas bupati. (505)