Rumah Sakit Jiwa Bengkulu Rawat Lebih Seribu Pasien Skizofernia

Danirul : Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSKJ

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Skizofrenia penyakit terbesar yang paling banyak ditemukan di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu. Berdasarkan data RSKJ tahun 2021, pasien rawat inap yang mengidap penyakit skizofrenia unspesifik mencapai 1390 pasien.

“Berdasarkan data diagnosa medisnya  memang kategori yang paling banyak ditemukan  itu ialah Skizofrenia. Skizofrenia ini adalah jenis gangguan jiwa berat, biasanya ditandai dengan halusinasi, gangguan dari proses pikir, atau mungkin ngomongnya sudah kacau,” kata Danirul Sanadi, selaku Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan, Rabu (02/02).

Setelah Skizofrenia Unspesifik, penyakit terbanyak kedua ialah skizofrenia paranoid berjumlah 177 pasien, menyusul penyakit Skizoafektif Disorder sebanyak 31, dan Acute and  Phisikotic Disorder sebanyak 30.

“Selain dari penyakit skizofrenia, RSKJ ini juga menangani beberapa penyakit lain, seperti penderita depresi berat, gangguan kecemasan tingkat tinggi, penyakit yang disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba dan lain lain,” kata Danirul.

Terkait pelayanan untuk penyembuhan pasien RSKJ memberikan tim terpadu yang terdiri dari beberapa elemen seperti dokter, perawat, psikiater, psikolog, bidan, gizi dan semua profesi yang dianggap perlu untuk penyembuhan pasien.

“Saat ini kami juga sudah menyediakan sosial lokker untuk para pasien yang akan pulang. Jadi pasien yang sudah agak sembuh itu kami beri keterampilan, dan juga kami menyadiakan okupasi terapi,  kami juga menyediakan spek terapi atau terapi wicara, yang berkerja itu multiprofesi, sengaja banyak yang mendampingi  pasien agar pasien bisa cepat sembuh dan bagus,” tambah Danirul.

Untuk mengoptimalkan kesembuhan total dari pasien di RSKJ ini juga menjalin kerja sama dengan beberapa dokter dari luar, seperti dokter penyakit dalam, dokter saraf, spesialis patologi dan radiologi. RSKJ juga melakukan penambahan tenaga medis seperti perawat dan bidan.

Saat ini jumlah pasien rawat inap yang ada di RSKJ Bengkulu ini berjumlah  3452 orang yang dibagi menjadi beberapa ruangan. Ruangan IPC berjumlah 1349, Murai 541, Merpati  536, Camar 508, Rajawali 121, Kutilang 124, Anggrek 249, Vip 20 dan Buterfly 4.

Pasien ini datang dari latar belakang yang berbeda, ada yang disebabkan oleh masalah ekonomi, tuntutan pekerjaan, narkoba, kekerasan dalam rumah tangga dan lain lain.  3452 pasien rawat inap ini datamg dari Provinsi Bengkulu dan beberapa dari luar Provinsi seperti Lubuk Linggau, Lampung Barat.

Ditambahkan Danirul, selain pasien rawat inap, RSKJ juga melayani pasien rawat jalan. Saat ini jumlah pasien rawat jalan di RSKJ sebanyak 9.320 orang.

Biaya Konsultasi Mulai Rp 20 Ribu

Sementara itu Hadi Widodo selaku Kepala Bagian Penerima Pasien menyampaikan, untuk alur masuk pasien RSJK itu harus didaftarkan dulu dengan nominal Rp 20 ribu per konsultasi. Setelah itu diperiksa langsung oleh dokter untuk diketahui penyakitnya.

Untuk masyarakat setelah diperiksa dan diketahui penyakitnya apa maka akan dimasukan sesuai dengan kelasnya masing masing. Kelas III itu pembiayaanya Rp 100 ribu/hari, Kelas II Rp 120/hari, dan Kelas I Rp 150/hari. Sedangkan untuk pasien BPJS pembayaran itu dihitung Per paket Diagnosa dengan nominal 2-3 juta.

Ketika Tenaga Medis RSJK menemukan pasien yang merusak dan tidak terkendali lagi walaupun sudah dikasih obat pasien terpaksa dikurung. Jika memang situasinya tidak terkendali tenaga medis terpaksa mengikat kaki dan tangan pasien dengan tali kain dan tetap memperlakukan pasien dengan baik dan sesuai martabat kemanusiaan. Dalam mengikat pasien pun harus selalu dikendori agar tidak menyakiti pasien. .(TRI/ADV)