Rumah Owner Arisan Online Digeledah

FOTO TRI/BE – Direktur Ditreskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pasca ditangkap oleh Satreskrim Polres Rejang Lebong, kasus arisan online dengan pelaku berinisial BO yang merupakan warga Rejang Lebong akan terus di back up oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu.

Disampaikan Direktur Ditreskrimum Polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, terkait proses hukum yang akan dijalani oleh pelaku akan diserahkan pada pihak Polres Rejang Lebong.

Sedangkan terhadap laporan para korban arisan online yang ada di Polda Bengkulu akan dilimpahkan ke Polres Rejang Lebong guna penanganan yang dilakukan penyidik dalam menyelesaikan kasus ini lebih efisien.

“Sesuai dengan prosedur itu di proses di Polres Rejang Lebong. Kalau untuk laporan yang ada di Polda Bengkulu akan kita limpahkan ke Polres Rejang Lebong agar lebih efisien dalam penangananya,” kata Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, Selasa (5/7) pada bengkuluekspress.com

Masih kata Kombes Pol Teddy, saat ini status perkara arisan online telah naik penyidikan dan akan melakukan pemeriksaan lebih dalam terhadap pelaku guna penetapan tersangka.

Sementara terhadap kerugian yang dialami akibat perbuatan pelaku, hingga saat ini masih dikembangkan oleh penyidik.

“Pelaku sudah kita amankan dan sudah naik sidik. Sebentar lagi akan kita tetapkan tersangka karena kita akan mengambil sejumlah barang bukti terhadap pelaku dan itu kita lakukan dengan penggeledahan rumah milik pelaku yang didampingi pihak RT,” tutup Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif.

Diketahui sebelumnya, petugas kepolisian dari Polres Rejang Lebong berhasil mengamankan terduga pelaku admin arisan bodong berinisial BO pada Senin (4/7) kemarin.

BO dilaporkan oleh puluhan member arisan online ke Polda Bengkulu dan Polres Rejang Lebong lantaran telah menggelapkan sejumlah uang arisan online. Bahkan dari penuturan anggota arisan online yang menjadi korban kerugian yang ditimbulkan hingga Rp.5 miliar karena anggota yang mengikuti mencapai ratusan orang yang tersebar diseluruh Indonesia dan TKI. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*