RSKJ Soeprapto Bengkulu Berikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus

TRI/BE – Kepala Poli Anak dan Remaja (arema) RSKJ Soeprapto Bengkulu, Rita Doveriyanti, SST, M.Kes,

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Istilah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) saat ini tak lazim didengar. ABK merupakan anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya mengalami kelainan atau penyimpangan baik fisik, mental, sosial, emosional dan lainnya yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya.

Saat ini Rumah Sakit Khsusus Jiwa (RSKJ) Soeparato Bengkulu terus memberikan pelayanan yang terbaik terhadap anak-anak yang mengalami kebutuhan khusus.

Dikatakan Kepala Poli Anak dan Remaja (arema) RSKJ Soeprapto Bengkulu
Rita Doveriyanti, SST, M.Kes, pelayanan terapi pada anak berkebutuhan khusus telah dimulai sejak tahun 2006 lalu hingga saat ini.

Ia menambahkan, pelayanan terapi terhadap anak berkebutuhan khusus ini diberikan pada anak dengan berbagai kondisi. Seperti, Autis, Attention deficit hyperactivity disorder, Cerebral palsy, gangguan bicara atau speech delay, gangguan pendengaran dan berbagai kondisi lainnya.

“Jadi RSKJ Soeprato saat ini telah memberikan pelayanan terapi bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan berbagai kondisi, bahkan dalam kondisi kompleks sekalipun,” kata Rita Doveriyanti, SST, M.Kes, Rabu (18/5).

TRI/BE – Pelayanan terapi pada ABK di ruang terapi oleh terapis RSKJ Soeprapto Bengkulu

Lebih lanjut disampaikan Rita Doveriyanti, SST, M.Kes, pelayanan terapi yang diberikan pada anak-anak berkebutuhan khusus ini ditangani langsung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan profesional.

Tidak hanya itu, pelayanan terapi ini juga dapat diakses masyarakat maupun orang tua dengan menggunakan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan juga kelas mandiri.

“Untuk SDM yang ada di RSKJ Soeprapto Bengkulu ini ada psikiater, psikolog, dokter anak, dokter umum, speech terapi, terapi perilaku, ahli gizi dan perawat gigi khusus bagi anak berkebutuhan khusus,” sambungnya.

Sementara dalam pemberian layanan terapi ini juga, diberlakukan pertemuan dengan sistem terjadwal oleh pihak rumah sakit dan juga pada ABK. Sedangkan untuk terapi yang digunakan oleh Poli Arema menggunakan metode terapi Applied Behavior Analysis (ABA) dengan satu terapis untuk satu anak ABK.

“Kita menggunakan metode ABA yang artinya sebuah pendekatan psikologi pendidikan yang digunakan untuk membantu proses pembelajaran anak- anak dalam spektrum Autisme. Sedangkan kalau untuk pertemuan terapi dilakukan sebanyak 8 kali dalam sebulan dan untuk kelas mandiri dapat dilakukan setiap hari,” tutup Rita Doveriyanti, SST, M.Kes. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*