Ribuan Ternak Sudah Divaksin

Foto Suary/BE : Peternak bersama petugas Dinas Keswan melakukan pengecekan mulut sapi

BENGKULU, bengkuluekspress.com –¬†Di sisi lain, 2662 dosis vaksin penyakit PMK di Provinsi Bengkulu sudah dilakukan. M Syarkawi mengatakan, pertanggal 4 Juli pihaknya bersama tim penanganan PMK di tingkat kabupaten telah melakukan penyuntikan vaksin kepada hewan ternak.

Di Kabupaten Kepahiang 300 dosis vaksin, Kabupaten Bengkulu Utara 382 dosis vaksin, Kabupaten Rejang Lebong 400 dosis vaksin, Kabupaten Seluma 700 dosis vaksin, Kabupaten Bengkulu Selatan 580 dosis vaksin dan Kabupaten Bengkulu Tengah 300 dosis vaksin, jadi total 2.662 dosis vaksin per hari ini dan akan terus bertambah.

Syarkawi menyampaikan setelah tahap pertama vaksin yang tiba sebanyak 4.000 dosis vaksin saat ini tahap kedua telah tiba juga di Bengkulu dengan jumlah 4.300 dosis vaksin jadi total Bengkulu sudah menerima 8.300 dosis vaksin

“Untuk vaksin di tahap pertama kemarin 4000 dosis vaksin, beberapa waktu yang lalu untuk tahap kedua juga sudah sampai sebesar 4.300 dosis vaksin,” ungkap Syarkawi.

Untuk vaksin tahap satu pihaknya sudah melakukan distribusi keempat kabupaten yang memiliki kasus PMK, yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan 1.000 dosis vaksin, kedua Kabupaten Seluma 1.000 dosis vaksin, kemudian Kabupaten Kepahiang 1.000 dosis vaksin dan Kabupaten Rejang Lebong 4.00 dosis vaksin jadi sudah tersalurkan 3.400 dosis vaksin.

“Vaksin tahap 1 sudah kita lakukan lakukan distribusi ke Kabupaten Bengkulu Selatan 1000 dosis, Seluma 1000 dosis, Kepahiang 1000 dan Rejang Lebong 400 dosis,” ujarnya.

Pada tahap kedua Syarkawi menyampaikan telah melakukan distribusi juga yaitu di Kabupaten Bengkulu Utara 1.000 dosis vaksin, Kabupaten Seluma 1.500 dosis vaksin, Kabupaten Mukomuko 1.000 dosis vaksin dan Kabupaten Bengkulu Tengah 1.400 jadi total sudah 4.900 untuk distribusi tahap dua.

“Untuk fase kedua ini kita sebarkan untuk Bengkulu Utara 1000 dosis, Seluma 1.500 dosis, Mukomuko 1.000 dosis dan Bengkulu Tengah 1.400 dosis,” katanya.

Selain itu Syarkawi juga menambahkan bahwa untuk hewan kurban tidak divaksin karena akan segera dipotong, yang menjadi priotritas vaksin adalah hewan sehat untuk indukan dan anakan.

“Untuk vaksin sendiri untuk ternak yang bukan kurban, tapi ternak seperti indukkan dan anakan karena untuk kurban akan segera di potong jadi hanya dilakukan pengecekan,” tutup Syarkawi.(CW2/Suary).