Realisasikan Perpustakaan Tiap Desa

EKO/BE
TUTUP: Penutupan Bimtek strategi pengembangan perpustakaan serta teknologi informasi dan komunikasi di Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (13/5).

BENGKULU, BE – Program satu desa, satu perpustakaan di Provinsi Bengkulu terus dimatangkan. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, H Meri Sasdi MPd mengatakan, masing-masing desa harus segara merealisasikan pembangunan perpustakaan desa.

Terlebih masing-masing pengurus desa sudah mendapatkan mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) strategi pengembangan perpustakaan serta teknologi informasi dan komunikasi dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

“Peserta yang sudah mendapatkan Bimtek untuk segera mengeksekusi materi. Jika desa belum ada perpustakaan, maka segara dirikan. Bagi desa yang sudah ada, perpustakaanya bisa dimatangkan lagi,” terang Meri kepada BE, usai melakukan penutupan Bimtek strategi pengembangan perpustakaan serta teknologi informasi dan komunikasi di Hotel Mercure Bengkulu, kemarin (13/5).

Meri menegaskan, program pembangunan satu desa, satu perpustakaan itu memang harus didukung. Apalagi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 30 Tahun 2019 tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. “Program ini juga sudah mendapatkan dukungan Bappenas. Maka harus bisa direalisasikan,” tuturnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Nelwati SS MSi mengatakan, Bappenas telah memberikan dukungan meluncurkan program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perpusnas juga telah membuat regulasi, memberikan dana stimultan, pelatihan dan lainnya. Semua itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Nelwati.
Hadirnya perpusatakaan di setiap daerah hingga ketingkat desa dan keluarhaan itu, menurut Nelwati untuk meningkatkan masyarakat gemar membaca. Dari hasil bancaan tu, tentu akan menjadi sebuah informasi untuk meningkatkan produktifitas.

“Selain produktivitas meningkat, juga bisa muncul inovasi,” tuturnya.
Hadirnya perpustakaan itu, selain meningkatkan informasi dan pengetahuan juga bisa sebagai wadah mentransformasikan ilmu yang telah didapatkan. Sehingga kualitas hidup masyarkat bisa meningkat.
“Dampaknya tentu dengan meningkatkanya kesejahteraan masyarakat,” tutup Nelwati. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*