Realisasi PAD Sudah 52 %

duit
foto : ist

CURUP, Bengkulu Ekspress – Berdasarkan data terakhir yang dimiliki pleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Rejang Lebong, hingga akhir September 2019 kemarin realisasi PAD Kabupaten Rejang Lebong sudah mencapai 52 persen. Kepala Bidang Pendapatan dan Penagihan BPKD Rejang Lebong, Hari Mulyawan SE mengungkapkan saat ini realisasi PAD Kabupaten Rejang Lebong sudah mencapai Rp 52 miliar dari target sebesar Rp 99,1 miliar.

“Secara persentase saat ini realisasi PAD tahun 2019 ini sudah mencapai Rp 52 miliar dari target Rp 99,1 miliar,” sampai Hari.

Dijelaskan Hari, penerimaan PAD Kabupaten Rejang Lebong tersebut dihimpun dari 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggungjawab memungut PAD di Kabupaten Rejang Lebong. Kemudian dengan menyisakan waktu tiga bulan lagi, Hari optimis target PAD Kabupaten Rejang Lebong tahun 2019 ini akan terpenuhi. Karena menurut Hari biasanya capaian PAD akan semakin besar dijelang akhir-akhir tahun 2019 ini.

“Dengan sisa waktu beberapa bulan lagi, kita optimis capaian PAD kita akan terealisasi 100 persen, karena percepatan realisasi akan lebih maksimal diakhir tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dari sejumlah OPD penghimpun PAD Kabupaten Rejang Lebong, menurutnya capaian tertinggi oleh Puskesmas Curup yang sudah mencapai 84,4 persen dari target sebesar Rp 1,3 miliar atau sudah terealisasi sebesar Rp 1,1 miliar. Sementara itu untuk realisasi terendah dicapai oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong yang baru terealisasi sebesar 16,7 persen yaitu sebesar Rp 31,9 juta dari target Rp 190 juta.

Lebih lanjut menjelaskan, target PAD sebesar Rp 99,9 persen tersebut juga berasap dari beberapa jenis penerimaan diantaranya pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta lain-lain penerimaan yang disahkan.

Dijelakan Hari, untuk realisasi pajak daerah sudah terealisasi 68 persen atau sekitar Rp 10,5 miliar dari target Rp 15,4 miliar. Kemudian untuk retribusi daerah sudah terealisasi 47 persen atau sebesar Rp 2,37 miliar dari target Rp 5,1 miliar.”Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah sudah terealisasi 34,3 persen atau sebesar Rp 1,6 miliar dari target sebesar Rp 4,6 miliar,” sampainya. (251)