Puluhan Ekor Sapi di Bengkulu Terserang PMK

FOTO IST/BE – Salah satu hewan ternak di Kepahiang yang terserang PMK

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kasus pertama penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan berkaki belah di Bengkulu ditemukan di Desa Tangsi Baru Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, drh. M. Syarkawi, M.T saat diwawancarai di kantornya mengatakan, pihaknya baru saja mendapatkan konfirmasi dari Laboratorium Bandar Lampung.

“Hari ini 13 Juni kita baru saja mendapatkan konfirmasi dari laboratorium Bandar Lampung bahwa sampel yang kita kirim positif PMK,” ungkap Syarkawi, Senin (13/6).

Syarkawi menyampaikan terdapat 27 ekor sapi di peternakan tersebut yang terkena PMK, hal tersebut karena sebelumnya pihaknya telah mengambil sampel dari 5 ekor sapi dikirim ke Laboratorium milik Kementerian di Bandar Lampung.

“Kita mengambil sampel sebanyak 5 ekor dari 27 ekor total populasi di sana, karena ini populasi kelompok jadi kita anggap semuanya terkena PMK,” sambungnya.

Pihaknya mendapatkan laporan dari petugas di Kabupaten Kepahiang pada tanggal 8 Juni kemarin yang memiliki kemiripan dengan ciri – ciri PMK. Kemudian di tindaklanjuti dengan mengirim tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi keesokan harinya.

“Tanggal 8 Juni kemarin kita mendapatkan laporan dari salah satu petugas kita di Kabupaten Kepahiang tepatnya di Tangsi Baru, bahwa ada hewan terkena penyakit yang memiliki kemiripan dengan penyakit PMK, besoknya kami turunkan tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk mengecek kondisi dikawasan tersebut,” Jelasnya.

Saat ini untuk langkah antisipasi pihaknya telah memerintahkan Pemkab Kepahiang untuk tidak memasukkan dan mengeluarkan hewan ternak dari Desa Tangsi Baru yang terdapat penyakit PMK. Selain itu Syarkawi menambahkan akan dilakukan penyemprotan disenfektan dan pemberian obat untuk mencegah kematian.

“langkah antisipasi selanjutnya kita minta khususnya kabupaten kepahiang, untuk tidak memasukkan atau mengeluarkan hewan ternak dari wilayah tersebut serta melakukan disinfekta, pemberian dan penyisiran diwilayah lain,” bebernya.

Indikasi saat ini menurut Syarkawi penyakit PMK yang temukan tersebut berasal dari Lubuk Linggau, dikarenakan sebelumnya peternak membeli hewan ternak Kambing dari Lubuk Linggau sesudah lebaran atau sebelum pihaknya melakukan pengetatan keluar masuk hewan ternak dan awalnya kambing tersebut tidak menunjukkan gejala penyakit.

“Perkiraannya penyakit ini berasal dari kambing yang dibeli peternak tersebut dari Lubuk Linggau sesudah lebaran sebelum kita melakukan pembatasan keluar masuk ternak, awalnya kambing tersebut tidak menunjukkan gejala,” bebernya.

Saat tim terjun kelapangan Syarkawi menerangkan timnya sudah tidak menemukan lagi kambing yang dibeli tersebut, sehingga besar kemungkinan PMK sudah mulai menyebar di Bengkulu dan pihaknya saat ini sedang melakukan investigasi.

“Sekarang kambing tersebut tidak ada lagi disana dan kita tidak ktemu dengan pemilik ternak pada saat investigasi,” tutup Syarkawi.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*