PT FBA Bantah Tambang Pasir Besi di Seluma Sudah Beroperasi

FOTO TRI/BE – Klarifikasi pihak perusahaan PT FBA terkait izin perusahaan tambang pasir besi di Seluma

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pihak management dari PT Flaminglevto Bakti Abadi angkat bicara terkait polemik yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan pasir besi dengan penduduk atau masyarakat setempat yang ada di Kabupaten Seluma.

Pihak management PT FBA dalam hal ini membantah terkait informasi yang mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah beroperasi dan ditutup oleh pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Diungkapkan Nedy Haryanto selaku kuasa hukum dari perusahaan PT Flaminglevto Bakti Abadi, tambang pasir besi PT Flaminglevto Bakti Abadi yang ada di Kabupaten Seluma hingga saat ini masih belum beroperasi sebagaimana mestinya.

Bahkan, pihak perusahaan sampai hari ini belum melakukan produksi. Adapun hal-hal temuan yang ada di lapangan hanya bersifat teknis.

“PT Flaminglevto Bakti Abadi hingga saat ini belum berproduksi. Kegiatan yang ada dilapangan saat ini berbentuk maintenance guna menguji kapastitas mesin. Hal itu dilakukan bersifat teknis,” kata Nedy Haryanto, Selasa (12/7) pada bengkuluekspress.com

Masih dijelaskan Nedy, PT Flaminglevto Bakti Abadi telah memiliki izin resmi yang menunjukkan surat dari Dirjen Minerba bahwa PT Flamingvecto Bakti Abadi merupakan pemegang IUP Operasi Produksi komoditas pasir besi sesuai keputusan Bupati Seluma Nomor 467 tahun 2010 tanggal 18 Oktober 2010 seluas 168 hektare di kurangi 4,3 hektare sebagai kawasan Cagar Alam, di Kecamatan Seluma Selatan dengan masa berlaku selama 20 tahun sampai Oktober 2030.

“Kalau ada yang mengatakan bahwa PT FBA tidak memiliki izin maka itu adalah pernyataan yang keliru,” ungkapnya.

Sementara itu sebelum polemik ini mencuat ke publik, pihak management PT FBA telah melakukan pertemuan dan pendekatan ke pihak masyarakat sebelum izin perusahaan dikeluarkan.

Tidak hanya pendekatan saja, sambung Nedy. Pihak perusahaan PT FBA juga telah memberikan Corporate social responsibility atau CSR pada masyarakat di Kabupaten Seluma, seperti di Pasar Seluma maupun Pasar Ngalam.

Hal itu diberikan pihak perusahaan agar masyarakat memiliki perekonomian yang lebih maju dimasa yang akan datang. Selain itu, dengan aktivitas tambang ini pula, ucap Nedy. Geliat perekonomian masyarakat akan tumbuh.

“Kedepan selain pemberian csr, PT FBA ini akan melakukan pemberdayaan pada masyarakat sebagai upaya peningkatan perekonomian. Jadi perusahaan ini tidak hanya mencari pasir besi saja tetapi juga ada keterkaitan dalam memajukan perekonomian daerah setempat,” tutup Nedy Haryanto.

Diketahui sebelumnya, perizinan tambang pasir besi PT Flaminglevto Bakti Abadi ini mengundang polemik dikalangan masyarakat Seluma. Terlebih, beberapa hari lalu Masyarakat Pesisir Barat Seluma bersama Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Bengkulu. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*