Politisi Demokrat Provinsi Membelot

BENGKULU,BE – DPRD Provinsi Bengkulu kemarin dikepung massa dari berbagai elemen organisasi mahasiswa perguruan tinggi di Kota Bengkulu. Mereka mengaspirasi penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), 1 April. Terdapat organisasi kepemudaan lainnya (OKP) antara lain KAMMI Daerah Bengkulu dan PMII berada di posisi kanan gedung dewan. Sedangkan di sebelah kiri, terdapat unjuk rasa yang sama. Pengunjuk rasa ini merupakan kelompok Cipayung yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perkumpulan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di sisi lain sopir angkot juga melakukan aksi. Total massa demontrasi diperkirakan mencapai 1.500 massa. Menariknya dalam aksi menghadapi demontrasi anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Partai Demokrat Sukmaneri ikut menolak kenaikan harga BBM. Bahkan penolakan itu dituangkan dalam tandatangan surat penolakan kenaikan harga yang disodorkan organisasi mahasiswa Kelompok Cipayung tersebut. Langkah Sukmaneri ini memang terbilang kontroversi dan membelot di tengah Partai Demokrat dan Presiden SBY selaku Ketua Dewan Pembinanya memperjuangkan kenaikan harga BBM itu”Kami berharap teman-teman di DPR-RI hatinya dapat terbuka untuk tidak menerima kenaikan harga BBM yang diusulkan pemerintah,” kata Sukmaneri, katanya saat menghadapi demonstran.Saat menerima perwakilan demo mahasiswa bersama masyarakat di DPRD Provinsi Bengkulu itu ada lima anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang bersedia menandatangani penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak pada 1 April. Kelima anggota DPRD itu yakni Muslihan DS asal Partai Hanura, Sukmaneri dari Partai Demokrat, Diana Komena dari Partai Keadilan Sejahtera, Sisrahman dari Partai Gerindra dan Rosnaini Abidin dari PNBK. Ia menegaskan, penandatangan itu merupakan sebuah bukti penolakan dirinya dan rekan-rekan anggota dewan yang lain terhadap rencana kenaikan harga BBM.Namun, usia menghadapi aksi demontrasi, saat dikonfirmasi wartawan mengenai sikapnya menolak kenaikan BBM, ia mengatakan bahwa penolakan terhadap kenaikan BBM yang ditandai dengan penandatangan surat penyataan yang disodorkan kelompok Cipayung, adalah bentuk kekhilafan. ” Itu tadi khilaf, gak usah diekspos ya,” katanya. Setelah itu, ia tidak lagi menemui mahasiswa yang berunjuk rasa disebelah kanan Gedung DPRD, menuntuk kenaikan harga BBM dibatalkan. Hanya 4 anggota DPRD yang menemui mahasiswa tersebut, antara lain Rosnaidi Abdin (PNBKI), Muslihan DS (Hanura) Diana Komena (PKS) dan Sis Rahman (Gerindra).

Geruduk Dewan

Aksi mahasiswa dimulai dengan pengumpulan massa di Masjid Jamik, Kota Bengkulu. Sekitar Pukul 09.00WIB kemudian melakukan longmarch menuju simpang lima, jalan Soeprapto, dan menuju SPBU Padang Jati. Mahasiswa sempat melakukan orasi di depan SPBU Padang Jati dan memblokir jalan sekitar 10 menit. SPBU tersebut dijaga oleh polisi berkendaraan sepeda motor. Longmarch kemudian dilanjutkan menuju sisi sebelah kanan Gedung DPRD Provinsi, Padang Harapan. Massa hanya diperbolehkan melakukan orasi 100 meter dari Gedung DPRD Provinsi. Satu persatu organisasi mahasiswa melakukan orasi menolak kenaikan harga BBM. Setelah itu, perwakilan mahasiswa menemui wakil rakyat di DPRD Provinsi. Dari 45 anggota DPRD, hanya Muslihan DS (Hanura), Diana Komena (PKS), Sis Rahman (Gerindra), Rosnaidi Abidin (PNBKI) yang menemui pengunjuk rasa dari mahasiswa. Sedangkan Sukma Nerry (Demokrat) hanya menemui pendemontrasi dari kelompok cipayung, bersama 4 anggota dewan lainnya. Anggota dewan tersebut sebagai representatif dari 3 fraksi di DPRD Provinsi Bengkulu menandatangani penolakan rencana kenaikan harga BBM pada 1 April 2012. Penandatanganan penolakan itu dilakukan di hadapan sekitar 900-an mahasiswa. Empat fraksi itu yakni Fraksi Kerakyatan gabungan dari enam partai di DPRD diwakili Rosnaini Abidin dari PNBK, Fraksi Rafflesia Bersatu gabungan lima partai diwakili Muslihan dari Hanura dan Sis Rahman dari Gerindra dan Fraksi PKS diwakili Diana Komena. Dokumen penolakan kenaikan harga BBM yang ditandatangani keempat anggota DPRD dari tiga fraksi tersebut akan dikirim ke DPR RI yang tengah membahas rencana kenaikan BBM. Anggota Fraksi Raflesia Bersatu Sis Rahman mengatakan penolakan kenaikan harga BBM dari partainya tidak akan berubah.”Saya baru mendapat pesan singkat dari teman-teman Gerindra di DPR RI bahwa sampai hari ini Gerindra tetap pada pendirian menolak kenaikan harga BBM,” katanya.Anggota Fraksi PKS Diana Komena mengatakan para wakil rakyat seharusnya mendukung aspirasi masyarakat yang diwakilinya untuk mengambil kebijakan. “Kami dari PKS mengikuti aspirasi masyarakat, dan mendukung mahasiswa menolak kenaikan BBM karena akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat kecil,” katanya.Senada disampaikan Muslihan DS, ” Mari kita mengajak rakyat kita untuk berdoa, agar para anggota DPR yang membahas ini, dapat bolak-balikan hatinya oleh Tuhan, sehingga mengerti dan memahami perasaan rakyat. Kami juga tidak setuju dengan kenaikan BBM ini, apalagi rakyat masih banyak yang miskin.”Setelah menandatangani persetujuan menolak kenaikan harga BBM tersebut, keempat Koordinator aksi, Ferry Vandalis dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu mengatakan tandatangan pernyataan penolakan kenaikan BBM itu akan disampaikan ke DPR RI beserta dukungan dari seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Bengkulu. “Kami mahasiswa Bengkulu menolak kenaikan BBM dan perlu diketahui masyarakat di daerah ini juga bagian dari negara ini, bukan hanya suara Jakarta,” katanya.

Sulit Dapat Setoran

Ratusan sopir angkutan kota warna kuning, berujuk rasa ke kantor DPRD provinsi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang akan diberlakukan pada 1 April 2012. Ratusan sopur tersebut tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) bernaung di bawah SPSI.” Kami melakukan unjuk rasa ikut menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal April nanti,” kata Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI Kota Bengkulu, Zulkifli.Ia mengatakan para sopir angkot merupakan buruh yang akan terbebani dengan kenaikan harga BBM yang direncanakan per 1 April 2012. Tanpa kenaikan harga BBM selama ini, para sopir sudah mengeluh dengan sulitnya mendapatkan uang untuk setoran per hari yang hanya Rp 40.000 hingga Rp 80.000 .” Setoran tergantung umur kendaraan yang dibawa. Kalau kendaraannya bagus ya setoran samoai Rp 80 ribu, kalau jelek Rp 60 ribu. Apalagi kalau ongkos naik dari Rp 2.000 menjadi Rp2.500, kami semakin terjepit, tentu setoran juga akan meningkat,” katanya.Zulkifli mengatakan sebanyak 283 sopir angkot, khususnya angkutan kota warna kuning yang memiliki jalur lintasan hampir setengah dari wilayah kota bergabung dalam unjukrasa bersama mahasiswa itu. Secara nasional kata dia SPSI menolak kenaikan harga BBM karena akan menyengsarakan para buruh.Salah seorang sopir angkot Hernadi mengatakan kenaikan BBM disertai kenaikan tarif akan semakin memberatkan para sopir. Saat ini saja, sopir mengaku berat memenuhi setoran, terlebih bila harga BBM dinaikan yang menyebabkan setoran juga naik. ” Kami berharap pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM dan membatalkan bantuan langsung tunai yang lebih sering tidak tepat sasaran,” katanya.

800 Aparat Diterjunkan

Kepolisian pun mengawal demo dengan kekuatan penuh. Setidaknya 800 aparat kepolisian diterjunkan. Jumlah tersebut belum termasuk aparat TNI yang bersiap di Makorem 041 Gamas Bengkulu. “Pengamanan gabungan antara TNI dan Polri ini merupakan prosedur tetap yang telah diinstruksikan untuk mengantisipasi gejolak protes kenaikan BBM. Kita bersykur, unjuk rasa di Bengkulu berjalan damai,” kata Kapolda Bengkulu Brijenpol Drs Burhanudin Andi SH, MH.Dari pantauan BE, tampak pengamanan di bagian luar gedung DPRD ratusan aparat dalmas dengan satu unit kendaraan meriam air tepat berada di Jalan Pembangunan atau tepatnya di depan gedung balai wartawan sekretariat PWI Bengkulu. Sementara itu di bagian dalam gedung DPRD terdapat puluhan anggota Brimob bersenjata lengkap, terdapat pula pasukan anti huru-hara dengan membawa tongkat sepanjang dua meter berwarna hitam.Dibagian lain tepatnya di halaman masjid Baitul Izzah dijadikan sebagai konsentrasi pengerahan pasukan kepolisian dan beberapa kendaraan pengurai massa dan terlihat juga kendaraan meriam air.
Sementara itu menyambut kedatangan para pendemo di barisan terdepan tidak kurang dua peleton pasukan anti huru-hara bersiaga dengan tameng, rotan dan pistol gas air mata. Pada bagian jalan yang melintas di halaman gedung DPRD tampak di blokir oleh kepolisian sehingga kendaraan dilarang melintas.Kapolda sendiri dan jajarannya terjun langsung memantau di gedung DPRD Provinsi. Bahkan, setidaknya ada beberapa Kapolres dari Kabupaten/Kota hadir dalam melakukan pengamanan ujuk rasa.” Kami sangat mengapresiasi ujuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan kelompok Cipayung yang merupakan organisasi pemuda di Bengkulu, disampaikan dengan cara damai dan tertib,” pungkasnya. (100/333)