PLN Berpartisipasi Dalam Penanaman 3.000 Pohon

 

Ist/BE
SERAHKAN : Penyerahan piagam penghargaan kegiatan tanam pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

 

KEPAHIANG,bengkuluekspress.com – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2021 dan bulan menanam pohon nasional tingkat Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2021 yang digelar di Trokon Musi Kejalo Desa Cawang Lama Kecamatan Selupu Kabupaten Rejang Rejang Lebong.
Kegiatan tanam pohon diinisiasi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Balai Rejang Lebong besama PT PLN (Persero) UPDK Bengkulu dihadiri langsung oleh Manager UPDK Bengulu, I Nyoman Buda, Kepala Dinas DLHK Provinsi Bengkulu, Kepala KPHL Bukit Balai Rejang, Kepala KPHL Bukit Balai Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, penggiat lingkungan dan perangkat desa setempat melaksanakan aksi penanaman pohon dalam rangka penyelamatan hulu DAS Musi yang bertema Pohon Sumber Air dan Energi sebagai bentuk kecintaan serta tanggung jawab dan kepedulian terhadap bumi. Kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2021 ini dilaksanakan dalam bentuk aksi penanaman 3.000 pohon pada areal Sub DAS Hulu Musi dan pembagian bibit tanaman seperti jengkol, petai, bambang lanang, flamboyant, mahoni, matoa serta nangka kepada desa-desa yang berada sekitar Sub DAS Hulu Musi.
“Terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami, semoga dengan acara ini dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam dan memelihara dalam rangka upaya kita bersama dalam penyelamatan hulu DAS Musi,” Tutur Manager PT PLN UPDK Bengkulu, I Nyoman Buda.

Kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2021 ini dilaksanakan dalam bentuk aksi penanaman 3.000 pohon pada areal Sub DAS Hulu Musi dan pembagian bibit tanaman seperti jengkol, petai, bambang lanang, flamboyant, mahoni, matoa serta nangka kepada desa-desa yang berada sekitar Sub DAS Hulu Musi. Dengan adanya aksi penanaman 3000 pohon ini diharapkan diharapkan untuk ke depannya dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk dapat berperan dalam menjaga lingkungan dan mengembalikan fungsi hidrologis sungai sebagai penyangga kehidupan.
“Kemudian ketersediaan air, sumber energi dan konservasi keanekaragaman hayati,” pungkasnya. (320)