Petani Sawit Minta Permentan Tentang Penetapan Harga TBS Direvisi

Foto Suary/BE : Ketua Umum DPP Apkasindo saat diwawancarai wartawan usai menghadiri pelantikan DPW Apkasindo Bengkulu di Hotel Santika.

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) meminta agar Peraturan Menteri Pertanian Nomor 1/PERMENTAN/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun direvisi.

Disampaikan Ketua Umum DPP Apkasindo Dr. Gulat Manurung., MP., C.APO, Permentan tersebut mewajibkan perusahaan kelapa sawit (PKS) mematuhi membeli sesuai haga ketetapan bagi petani sawit mitra atau plasma yang jumlahnya hanya 7% sedangkan petani sawit mandiri berjumlah 93%.

“Dasar Penetapan Kementan 01 hanya mewakili petani mitra yang jumlahnya hanya 7% sedangkan 93% petani mandiri sehingga perlu dilakukan penguatan terhadap Permentan 01,” ungkap Gulat, Senin (27/6).

Selain itu Gulat menyampaikan Apkasindo telah membuka posko untuk memantau harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di selurub Indonesia. Dari hasil tersebut Provinsi Bengkulu sawit di Bengkulu paling rendah hanya dihargai Rp 750 di tingkat petani hal itu jauh bila dibandingkan dengan wilayah lain yang harga terendahnya mencapai harga Rp 1.400 – Rp 1.500 perkilonya di tingkat petani.

“Kita buka posko harga TBS dari Aceh sampai Papua yang update setiap harinya dan ternyata Bengkulu yang terendah dengan harga 750 di Petani di PKS 1.100 sedangkan di provinsi lain rata – rata 1.400 – 1.500 perkilo diharga petani,” jelas Gulat.

Disisi lain menurut Ketua DPW APKASINDO Bengkulu Jakfar menyampaikan hal senada bahwa revisi Permentan Nomor 1 sangat diperlukan karena mengakomodir petani sawit kemitraan atau plasma sedangkan tidak mengakomidir petani sawit mandiri.

“Terkait penetapan harga yang ditetapkan Dinas TPHP hanya mengakomodir petani mitra yang hanya 7% jumlahnya sehingga merugikan petani mandiri yang jumlahnya mencapai 93% maka kami mendorong agar Permentan 01 tersebut direvisi,” tutup Jakfar.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*