Peserta BPJS Kesehatan Bengkulu Menunggak Capai Ratusan Ribu

Foto Suary/BE : Marta Kusuma Kepala Bidang Sumberdaya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS kesehatan Cabang Bengkulu, saat diwawancarai wartawan

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Peserta BPJS kesehatan segmentasi mandiri yang menunggak mencapai 171.840 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 6 (enam) wilayah kerja BPJS kesehatan Cabang Bengkulu. Hal tersebut diungkapkan Marta Kusuma Kepala Bidang Sumberdaya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu saat ditemui di kantornya.

“Ada 171.840 peserta BPJS kesehatan Segmentasi Mandiri untuk cabang Bengkulu yang terdiri dari 6 (enam) wilayah, Bengkulu Selatan, Kaur, Mukomuko, Seluma dan Kota Bengkulu,” ujar Merta, Selasa (5/7).

Adapun rincian jumlah peserta menunggak segmentasi mandiri berdasarkan data dari dari BPJS kesehatan Cabang Bengkulu per Juni 2022. Kabupaten Bengkulu Selatan 14.179, Kabupaten Bengkulu Tengah 20.959, Kabupaten Kaur 13.211, Kabupaten Mukomuko 29.007, Kabupaten Seluma 26.505 dan Kota Bengkulu 67.979. Dari Data tersebut menunjukkan bahwa Kota Bengkulu adalah yang tertinggi.

Sedangkan untuk jumlah peserta dari 6 (enam) wilayah kerja tersebut, Kota Bengkulu berjumlah 360.968 jiwa dengan jumlah peserta Segmentasi Mandiri 80.135 jiwa, Kabupaten Kaur berjumlah 126.833 dengan peserta segmentasi mandiri 14.103 jiwa, Kabupaten Seluma berjumlah 202.157 dengan jumlah peserta segmentasi mandiri 29.965 jiwa, Kabupaten Mukomuko berjumlah 166.870 dengan peserta segmentasi mandiri 33.561 jiwa, Kabupaten Bengkulu Tengah berjumlah 106.972 dengan peserta segmentasi mandiri 23.642 jiwa, Kabupaten Bengkulu Selatan Berjumlah 174.286 dengan jumlah peserta segmentasi mandiri 16.346 jiwa.

Marta juga menyampaikan bahwa peserta yang menunggak lebih dari 3 bulan bisa mengikuti program rehab melalui aplikasi mobile JKN dan pilih menu program rehab. Akan tetapi program tersebut tidak akan secara otomatis aktif karena program yang akan berjalan selama 12 bulan tersebut mengharuskan peserta melunasi tunggakannya dengan waktu 12 bulan tersebut, baru setelahnya akan mulai aktif kembali.

“Peserta segmentasi mandiri masih bisa mengaktifkan kembali kartunya dengan mengikuti program rehab,” tutup Marta.(CW2/Suary).