Peserta Arisan Fiktif

AKP Sampson Sosa Hutapea SIK

Beli Barang Berharga Hingga Mobil

CURUP, BE – Harapan para anggota arisan bodong di Curup, Rejang Lebong agar uang mereka bisa kembali, tinggal harapan. Sebab, berdasarkan pengakuan bandar arisan berinsial Bu (24) kepada penyidik, semua uang member arisan yang ia kelola sudah habis ia gunakan.

“Dari pengakuan tersangka, uang nasabah yang ia himpun sudah habis,” kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Sampson Sosa Hutapea.

Dari pengakuan Bu, uang tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk membeli sejumlah barang berharga, salah satunya mobil.

Diungkapkan Sampson, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Bu, penyidik Satuan Reskrim Polres Rejang Lebong telah menaikkan status Bu dari sebelumnya saksi menjadi tersangka.

“Untuk statusnya sudah kita tetapkan menjadi tersangka,” tambah Sampson.
Dalam pemeriksaan, Bu juga mengaku bahwa ia telah menggelapkan sebagian dari dana nasabah atau member arisan yang ia kelola.

Dalam menjalankan aksinya, Bu mengaku bahwa sebagian dana dan data yang ia tawarkan kepada member atau calon membernya merupakan dana dan data fiktif.

Data fiktif yang ia maksud yakni bila ada slot arisan sebanyak 11 orang, hanya 5 peserta yang ada orangnya. Sedangkan 6 lainnya fiktif. Peserta yang fiktif ini yang dijadikan sebagai bahan untuk opor slot.

“Pengelolaan arisan yang ia lakukan ini dilakukan melalui grub WA, dan jumlah pesertanya 100 orang lebih, namun masih terus kami kembangkan,” papar Sampson.

Terkait dengan kerugian yang dialami para korban, Kasat mengaku pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya, karena masih melakukan pemeriksaan baik kepada BU sendiri maupun terhadap sejumlah saksi.

Hingga kemarin, jumlah saksi yang telah diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Rejang Lebong berjumlah 30 orang, dan pihaknya akan meminta keterangan sejumlah saksi lainnya, terutama untuk mengungkap pasti kerugian dari kegiatan dugaan arisan bodong yang dilakukan Bu.

“Kalau kerugian sementara, berdasarkan pengakuan tersangka ratusan juta, namun akan kami kembangkan sembari menunggu pemeriksaan saksi-saksi,” tegas Kasat Reskrim.

Tak hanya untuk besaran kerugian yang masih dikembangkan oleh penyidik, aliran dana dari kegiatan arisan yang dilakukan Bu juga masih mereka dalami. Pihaknya belum bisa memastikan apakah aliran dana dari kegiatan yang dilakukan Bu tersebut mengalir ke suami maupun orang tuanya. Karena hingga kemarin meskipun suaminya masih ditahan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, namun untuk statusnya masih sebagai saksi.

“Namun, jika nanti dalam pemeriksaan diketahui ada keterlibatan baik suami maupun orang tuanya, maka tentunya akan kita lanjutkan pemeriksaan dan bisa saja menetapkan tersangka baru,” ujar Kasat.

Sementara untuk pasal yang akan dikenakan untuk Bu, Kasat berujar masih dikenakan pasal penggelapan dan penipuan. Namun tidak menutup kemungkinan akan dikenakan juga undang-undang perbankan maupun tindak pidana pencucian uang.

Di sisi lain, untuk barang bukti dari tangan Bu yang telah diamankan petugas antara lain HP yang digunakan untuk mengatur kegiatan arisan, buku tabungan yang diduga selama ini digunakan Bu untuk menyimpan dana dari peserta serta satu buah ATM.

Hanya saja penyidik belum melakukan pengecekan ke bank sehingga belum bisa memastikan bahwa buku tabungan maupun ATM yang mereka sita tersebut berisi uang atau kosong.