Perangkat Desa Diduga Terlibat Kasus OTT Pemersaan  PT SMS

ERICK/BE
RILIS : Wakapolres Lebong, Kompol Tatar Insani ketika memimpin press rilis pengungkapan kasus OTT terhadap 2 orang tsk yang baru ditetapkan.

LEBONG, bengkuluekspress.com – Tersangka pemerasan terhadap PT Surya Mataram Sakti (PT. SMS) yang terjaring Oprasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Sat Res Polres Lebong berinisial MI alias AM (37) mengaku bahwa uang yang didapat dari PT SMS akan dibagi 3. Yaitu dengan tsk SP (47) serta EW yang merupakan perangkat desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang.
“Rencananya uang yang didapat akan kami bagi 3, saya, SP dan kasi pemerintahan (EW),” akunya, Kamis (21/07).

AM juga mengakui, bahwa pada saat itu dirinya dihubungi oleh EW masalah adanya pembuangan tanah yang masuk ke sungai yang dilakukan oleh PT SMS dan dirinya mendapatkan video pembuangan tanah yang dilakukan PT SMS dari kasi pemerintahan Desa Talang Ratu berinisal EW.
“Saya dapatkan video dari EW dan ia minta tanyakan dengan PT SMS,” tegasnya

Sementara itu, ketika ditanya mengenai korban lainnya yang sudah mereka peras, AM mengaku bahwa baru pertama kali ini. Hal itu  ia lakukan serta untuk masalah dirinya sebagai wartawan media online SIGERINDO namun didalam keredaksian tidak masuk, dirinya menegaskan bahwa surat tugas sebagai wartawan didapat dari CO yang ada di Bengkulu.
“CO yang memberikan surat tugas saya sebagai wartawan,” tutupnya.

Sementara itu, dalam press release  yang dilakukan Polres Lebong, Kapolres Lebong AKBP Awilzan SIK melalui Wakapolres Kompol Tatar Insani SH melalui Kasat Reskrim, IPTU Alexsander SE didampingi Kanit Pidum IPDA Amir lukman Hakim mengatakan bahwa saat ini untuk tersangka saat ini telah ditetapkan 2 orang.
“Sementara baru 2 orang ini ditetapkan sebagai tsk,” sampainya

Ia menjelaskan, sementara untuk tsk lainnya atau ada korban lain dalam kasus pemerasan yang dilakukan para tsk, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan termasuk kebenaran tsk AM sebagai wartawan dari media SIGERINDO, karena dikeredaksian yang bersangkutan tidak ada.
“Untuk perangkat desa statusnya masih saksi dan nanti perkembangan lanjut akan kita sampaikan kembali,” tuturnya(614)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*