Penderita Kanker Otak Dampak KK Tak Online

Penderita kanker otak butuh uluran tangan.

TAIS, bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com – Keluhan terhadap Kartu Keluarga (KK) yang tidak online, kembali disampaikan oleh masyarakat, yang terdampak terhadap pelayanan kesehatan. Seorang penderita kanker otak, Santo Suseno (28) warga Kelurahan Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan, harus menunggu waktu cukup lama untuk mendapat KK. Padahal KK tersebut akan ia gunakan sebagai syarat untuk memindahkan fasilitas kesehatan (Faskes) miliknya.

Istri Santo, Yoan Oktaviani mengatakan ia sudah mengurus pembuatan Kartu Keluarga (KK) sejak ia menikah 2019 lalu. Kemudian setelah memiliki anak, ia kembali mengurus Kartu Keluarga ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Kami sudah urus sejak 2019 lalu, ternyata waktu mau memindahkan Faskes klinik di Kota Bengkulu ke Puskesmas di sini (Rimbo Kedui) ternyata kata BPJS Kartu Keluarganya belum online, jadi BPJS-nya belum bisa digunakan,” ujar Yoan.

Lebih lanjut Yoan mengatakan, Kartu Keluarga miliknya akhirnya aktif setelah mendapat bantuan dari salah satu PNS di Pemkab Seluma pada minggu (4/4/2021) malam. Sehingga saat ini ia sudah bisa mengurus pengobatan untuk suaminya.

“Kemarin sudah dibantu dan sekarang baru di aktifkan onlinennya,” jelasnya.

Dijelaskan Yoan, meski saat ini BPJS telah aktif, tetap membutuhkan biaya agar bisa mengobati suaminya. Adapun penyakit kanker yang sudah dialami suaminya sudah berlangung sejak Desember 2020 lalu.

“Kami tidak ada biaya untuk berobat, karena suami sudah tidak kerja lagi. Dulu pernah kerja sampai Februari 2020, tetapi karena dampak pandemi jadi tidak disuruh kerja lagi sampai sekarang. Pernah buka usaha juga, jualan bakso bakar, tetapi sekarang sudah tidak lagi karena sakit,” jelasnya.

PWI Seluma Berikan Bantuan
Sementara itu organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Seluma, pada senin (5/4/2021) memberikan bantuan untuk Santo Suseno. Bantuan diserahkan langsung, untuk membantu mengurangi beban yang dideritanya.

“Begitu mendapat informasi ini, kami langsung bergerak membantu penyintas kanker otak, bapak Santo Suseno. Kami doakan penyakitnya dapat segera diangkat, sehingga pulih dan beraktivitas seperti biasa,” jelas Ketua PWI Seluma, Erlin Mardiansyah SSos. (333)