Pemrov Kucurkan Rp 18,6 M untuk Keagamaan

Dr. E Syarifudin S.Sos Plt Kepala Biro Kesra prov

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menganggarkan Rp 18,6 miliar untuk dana hibah keagamaan. Setidaknya dari dana hibah tersebut, ada sebanyak 209 masjid tersebar di Provinsi Bengkulu akan mendakatan dana hibah.

Dari Rp 18,6 miliar itu, terbagi Rp 10,1 miliar untuk bantuan masjid dan Rp 8,5 miliar untuk bantuan 40 organisasi keagamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Bengkulu, Dr. E Syarifudin S.Sos, M.Si mengatakan, anggaran dana hibah itu akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Anggarannya sudah tersedia saat ini,” terang Syarif kepada BE, kemarin (16/1).

Dijelaskannya, bantuan dana hibah ini untuk masjid, semua sudah terlebih dahulu mengajukan proposal usulan. Bahkan verifikasi dan cek kelapangan telah dilakukan oleh Tim Kesra Pemprov Bengkulu. Jika semua telah dinyatakan lengkap syarat, maka bantuan renovasi masjid itu akan direalisasikan.

“Semua tetap menjalankan verifikasi. Agar penyaluran dana hibah ini benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Untuk meralisasikannya, Syarif mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBD turun ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nya. Ketika DIPA terbit, maka Gubernur Bengkulu akan membuat Surat Keputusan (SK) penyaluran dana hibah. “Kita tunggu DIPA nya terbit,” tutur Syarif.

Dalam proses pencairan akan dilakukan dengan teknis digitalisasi keuangan. Langkah itu agar optimalisasi pelaksanaan dan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah bisa dilakukan dengan baik. Sehingga nantinya tidak terjadi kesalahaan dalam memberikan laporan pertanggungjawaban.

“Mudah-mudahaan tidak begitu lama lagi, proses ini sudah bisa kita realisasikan,” ungkapnya.

Syarif menegaskan, pihaknya akan berkomitmen untuk mempercepat realisasinya. Sebab, selama ini realisasi dana hibah itu juga cepat disalurkan. Mengingat dana hibah ini juga sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
“Kita akan salurkan, lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya,” tandas Syarif. (151)