Pemkot Bakal Bongkar Lapak di Tepi Danau Dendam

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berencana akan membongkar lapak pedagang yang berada di pinggir wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS). Hal itu dilakukan terkait video viral yang beredar beberapa waktu lalu yang terkesan cukup memalukan Bengkulu.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menjelaskan, memang tak diperkenankan membangun atau mendirikan bangunan di pinggir kawasan cagar alam. Dedy pun memerintahkan jajaran terkait untuk melakukan pendekatan persuasif terhadap para pedagang dan memberikan pemahaman akan aturan yang berlaku.

“Secara aturan memang tidak diperkenankan membangun atau mendirikan bangunan apapun di pinggir kawasan cagar alam. Jadi rencana pembongkaran ini mudah mudahan tidak ada gejolak, memang ada beberapa yang mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan, tapi Insya Allah semua berjalan baik demi kebaikan kita bersama,” jelas Dedy, Rabu (11/5).

Wawali pun mengarahkan camat, lurah dan RT selaku yang berwenang di wilayah tersebut untuk terlebih dahulu memberikan pembinaan dan upaya persuasif sebelum pembongkaran dilakukan melalui rapat yang digelar hari ini. Hal tersebut guna menghindari keributan saat dilakukan pembongkaran lapak tersebut.

“Jadi saya sudah meminta kepada Camat, Lurah, RT untuk melakukan pendekatan secara persuasif. Jadi kita tidak membongkar dengan arogan tapi persuasif, kita bujuk, kita kasih pengertian mereka. Hal ini juga sudah dirapatkan dengan Kepala BKSDA, Pit Asisten I, Kadispar Kota, Kasatpol PP Kabag Hukum, Camat Singaran Pati, dan Lurah Dusun Besar,” tambah Dedy.

Dari hasil rapat disepakati beberapa poin yang harus diikuti para pedagang antara lain, pedagang akan diberi edukasi dan pembinaan dalam hal pelayanan wisatawan. Harga makanan di kawasan wisata harus seragam dan sesuai standar (masuk akal). Serta Kursi dan tenda di pinggir danau akan dipindahkan/bongkar dan akan dibangun fasilitas publik.

Selain itu, pedagang tidak boleh memaksa berbelanja terhadap wisatawan yang sedang menikmati keindahan Danau. Segera dibentuk Pokdarwis dan mencari bapak angkat bagi pedagang, dan adanya campur tangan tokoh masyarakat setempat (Lembak) bersama Lurah dan Camat membantu melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang. (Imn)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*