Pemberian Kredit Yasa Griya oleh BTN Terindikasi Korupsi

TRI/BE – Kasi Intelijen Kejari Bengkulu, Riky Musriza

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kejaksaan Negeri Bengkulu saat ini masih melakukan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi dalam pemberian Kredit Yasa Griya (KYG) oleh Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Bengkulu kepada PT. Rizki Pabitei pada tahun 2015 – 2020, dan telah memasuki tahap pengumpulan barang bukti.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bengkulu, Riky Musriza mengatakan, dari hasil pengumpulan barang bukti yang dilakukan oleh tim penyidik Kejari Bengkulu telah ditemukan tindakan perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut.

Ia menambahkan, dengan temuan itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan saksi ahli terkait dengan kewajaran harga tanah.

“Sejauh ini penyidik sudah menemukan bukti-bukti yang menunjukan indikasi kuat tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pencairan Kredit Yasa Griya.
Kemarin tim penyidik sudah berkoordinasi dengan ahli terkait dengan kewajaran harga tanah,” kata Riky Musriza, Selasa (21/6).

Selanjutnya untuk proses penyidikan kedepan, pihak penyidik Kejari Bengkulu akan mengejar terkait proses penilaian KYG oleh BTN kepada PT. Rizki Pabitei untuk dapat segera diselesaikan dan dilanjutkan dengan perhitungan kerugian negara oleh pihak BPKP.

Sementara itu untuk perbuatan melawan hukum atas kasus ini, Riky Musriza menuturkan sudah ditemukan beberapa unsur perbuatan melawan hukum dan kredit itu sudah dinyatakan macet oleh Bank BTN Bengkulu tinggal lagi proses nilai kewajaran nilai harga anggunan.

“Kedepan kita kejar proses penilaiannya agar dapat dihitung kerugian negaranya,” tutup Riky Musriza.

Diketahui dalam proses bantuan permodalan melalui KYG oleh BTN tersebut mencapai puluhan miliar yang diberikan kepada perusahaan pengembang yakni PT. Rizki Pabitei dan diduga ada unsur penyalahgunaan dan berpotensi korupsi yang dilakukan oleh pihak terkait dalam pemberian bantuan modal KYG.

Lebih lanjut dalam kucuran bantuan permodalan itu, perusahaan pengembang dibuatkan puluhan unit rumah (perumahan) disalah satu kelurahan yang ada di Kota Bengkulu yang kemudian terjadi gagal bayar tunggakan. Akan tetapi oleh pengembang lahan bangunan itu dijual kepada pada pihak lain sehingga mengakibatkan adanya kerugian negara. (TRI)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*