Pembangunan Jembatan Ketapang Distop

KEPAHIANG, BE – Pembangunan jembatan di Jalan Ketapang akhirnya dihentikan. Penghentian ini dilakukan untuk mencari solusi sekaligus memastikan lokasi sebenarnya pembangunan jembatan tersebut yang disebutkan di Gang Devita.

Kesepakatan ini diambil dari rapat yang digelar antara perwakilan warga dan mahasiswa bersama dengan pemerintahan kelurahan setempat di kantor Kelurahan Dusun Kepahiang, kemarin (22/10).

Rapat itu dihadiri pewakilan warga dan mahasiswa berjumlah sekitar 11 orang difasilitasi pihak kelurahan. Tampak hadir Kabag Ops Polres Kepahiang AKP Resza Ramadiansyah SIK juga turut hadir.

Menariknya dalam rapat tersebut dua anggota Komisi III DPRD Kepahiang Arbi SIp MM dan Hariyanto SKom sempat disinggung-singgung menyangkut pembangunan jembatan tersebut.
“Pembangunan jembatan di Jalan Ketapang ini kami minta dihentikan.

Lokasi yang sebenarnya pembangunan tersebut dilakukan di Gang Devita. Maka dari itu kami tidak terima jika pembangunan jembatan di Jalan Ketapang terus dilanjutkan. Kami selaku warga Gang Devita-lah yang mengusulkan pembangunan jembatan tersebut.

Bahkan untuk pembangunan itu sudah 3 kali dilakukan pengukuran. Sayangnya secara tiba-tiba pembangunannya dialihkan, dengan begitu terang saja kami keberatan,” ungkap salah satu perwakilan warga yang hadir dalam rapat kemarin.

Sementara itu, Ketua RW 4 Ujang Mahar mengatakan dirinya memang tidak mengetahui secara pasti siapa yang mengusulkan pembangunan jembatan tersebut. Mungkin saja pada saat diusulkan dirinya belum menjabat sebagai RW.

“Karena warga keberatan dengan pembangunan jembatan yang dilakukan di Jalan Ketapang ini. Memang baiknya distop saja terlebih dahulu hingga ada kejelasan di mana sebenarnya pembangunan jembatan itu dilakukan,” kata Ujang.

Terpisah, Lurah Dusun Kepahiang, Baksiruddin SSos membernarkan kesepakatan itu. Ia juga tak mengetahui pasti di mana pembangunan jembatan itu sebenarnya dilakukan.

“Karena ini ada gejolak dan tidak menutup kemungkinan terjadinya perpecahan dikalangan warga ada baiknya pembangunan tersebut dihentikan saja,” ujar Baksir.
Pihaknya bersama dengan warga secara bersama-sama mencari kejelasan kepada Komisi III ataupun Banggar DPRD Kepahiang dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang.

“Saya selaku Lurah juga khawatir terjadinya perpecahan gara-gara masalah ini,” singkat.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang kembali mangkir dari undangan Komisi III DPRD Kepahiang untuk membahas salah satunya terkait pembangunan jembatan di Jalan Ketapang yang diketahui pengalihan dari Gang Devita Kelurahan Dusun Kepahiang. Dengan begitu secara tidak langsung kejelasan pembangunan jembatan tersebut belum bisa diketahui secara pasti.

“Rencananyakan hari ini (kemarin, red) kita menggelar pertemuan dengan Dinas PU salah satunya untuk membicarakan soal pembangunan jembatan itu. Sayangnya Dinas PU tidak hadir.Sebenarnya sangat kita sayangkan, apalagi sejauh ini kita juga belum mengetahui secara pasti dimana sebenarnya lokasi pembangunan jembatan yang dimaksud,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Firdaus SH.

Terpisah, Anggota Komisi III, Hariyanto SKom MM mengatakan, seingatnya pembangunan jembatan itu memang diusulkan warga gang Devita. Tapi entah mengapa pada saat realisasinya malah pembangunannya dialihkan ke Jalan Ketapang.

“Yang jelas jangan seenaknnya saja mengalihkan. Apalagi ini menyangkut usulan warga yang sudah barang tentu demi kepentingan warga, kita sangat menyayangkan ini sampai terjadi,” singkat Hariyanto.(505)