Peduli Lingkungan dan Ekosistem, TLB dan DKP Lepas Ratusan Tukik ke Pantai Alun Utara


IST/BE
LEPAS: DKP Provinsi Bengkulu dan PT TLB melakukan pelepasan anak penyu di wilayah Pantai Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah.

BENGKULU, BE – PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) berkerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu melakukan pelepasan tukik atau anak penyu di wilayah Pantai Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah. Pelapasan sebanyak 120 ekor tukik pada 19 April 2021 itu, sebagai upaya pelestarian lingkungan dan ekosistem laut, khususnya penyu. Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Ir Sri Hartati MMA mengatakan, pelepasan tukik itu juga sebagai bentuk penyaluran CSR TLB peduli lingkungan.


IST/BE
LEPAS: DKP Provinsi Bengkulu dan PT TLB melakukan pelepasan anak penyu di wilayah Pantai Alun Utara, Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah.

“DKP mengajak PT TLB untuk bersama-sama peduli lingkungan khususnya dalam pelestarian penyu yang ada di Provinsi Bengkulu,” terang Sri kepada BE, kemarin (23/4).
Diterangkannya, kegiatan konsevasi seperti pelepasan tukik merupakan tanggung jawab bersama. Hal itu dilakukan, demi terwujudknya pelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistem. Upaya itu, tentu dengan dengan undang-undangan nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan turunannya yaitu peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2017.
“DKP mengajak peran serta aktif stakeholder dalam melindungi biota langka khusus nya penyu,” tuturnya.
Dalam pelepasan anak penyu itu, DKP juga bekerjasama dengan Pelestari Penyu Alun Utara, sebagai kelompok binaan. Hal itu dilakukan juga sebagai upaya mendorong kelompok binaan tetap bisa melestarikan penyu. Sebab, tahun ini DKP tidak memiliki anggaran untuk pembinaan kelompok penyu tersebut.
“Kami mencari terobosan agar kelompok pelestari penyu tetap bisa berjalan dengan cara melibatkan PT TLB,” tambah Sri.
Bantuan juga diberikan oleh PT TLB kepada kelompok Pelestari Penyu sebagai biaya kompensasi telur penyu yang di dapat masyarakat untuk di tetaskan.
“Kedepan, kita sangat berharap, perusahan-perusahan lain yang ada di Provinsi Bengkulu, juga ikut berperan aktif, melakukan hal yang sama seperti PT TLB,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT TLB, Willy Cahya Sundara mengatakan, pelepasan anak penyu itu dilakukan melalui CSR TLB peduli lingkungan. Hal tersebut dilakukan, tidak lain sebagai bentuk kepedulian PT TLB terhadap lingkungan dan ekosistem laut.
“Kami tetap komitmen memperhatikan lingkungan dan ekosistem laut. Tentu melalui kegiatan-kegiatan seperti pelepasan tukik,” terang Willy.
Kedepan, menurut Willy, kegiatan yang sama akan terus dilakukan. Tidak hanya pelepasan tukik, namun kegiatan lain, yang berhubungan dengan lingkungan dan ekosistem laut juga akan dilakukan.
“Pelestarian lingkungan dan ekosistem laut ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tentu semua pihak harus terlibat. Agar laut di Bengkulu tetap terjaga,” pungkasnya. (151)