Paska-IPO, TAYS Laporkan Pendapatan Terbesar dan Alokasi Dana Perluas Target Pasar

JAKARTA, BE – PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS), produsen makanan ringan sehat asal Indonesia yang telah menembus pasar internasional, baru saja menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perdananya pada hari Rabu, 29 Juni 2022. Pada kesempatan ini, TAYS menyampaikan berbagai kondisi perusahaan, termasuk pencapaian perusahaan yang berhasil membukukan pendapatan terbesarnya yaitu Rp 315,9 miliar, serta laba positif sebesar Rp. 4,9 Miliar sepanjang tahun 2021.

Sebelumnya, TAYS mencatatkan peningkatan pertumbuhan penjualan sebesar 2,5% yang berasal dari unit bisnis biskuit & crackers, terutama TRICKS, sebagai produk unggulan Tays Bakers. Selain keunikan yang ditawarkan TRICKS sebagai snack sehat olahan kentang asli yang memiliki berbagai varian cita rasa unik dan kadar kurang dari 100 kalori per sachet, strategi efektivitas, efisiensi, dan inovasi yang diterapkan merupakan kunci dari peningkatan kinerja perseroan.

“Terlepas dari berbagai tantangan di masa pandemi, kami bangga masih dapat mencatatkan laba bersih dari kinerja perusahaan sepanjang tahun 2021. Kedepannya, kami akan terus meningkatkan kinerja perusahaan melalui strategi efektivitas, efisiensi, dan inovasi, khususnya bagi produk dan kinerja perusahaan kami untuk memperluas target pasar produk kami, terutama TRICKS, sebagai salah satu produk unggulan kami,” ungkap Alexander Anwar, CEO Tays Bakers.

Selain peningkatan laba bersih, perseroan juga melaporkan alokasi dana dari hasil penawaran umum sebesar Rp  Rp 79,927,288,060 akan ditujukan untuk kebutuhan dan perkembangan perusahaan seperti; pembangunan pabrik baru di Sumedang, pembayaran uang muka pembelian dan instalasi mesin produksi perseroan, pembelian bahan baku produksi, dan pelunasan pembelian dan instalasi mesin produksi perseroan.

“Sejak 2016, perseroan telah menganut industrial 4.0 dan Data-Driven Decision Making, sebagai inisiatif perseroan untuk meningkatkan ekosistem digital perusahaan dan teknologi monitoring pengadaan barang atau supply chain. Demi mendukung ekosistem perusahaan yang semakin digital, perseroan akan memanfaatkan alokasi dana dari hasil penawaran umum untuk meningkatkan performa perusahaan secara menyeluruh dan kapasitas produksi guna menyasar target pasar yang lebih luas lagi,” tambah Alexander Anwar..

Unit bisnis biskuit & crackers Tays Bakers selalu mengandalkan perkembangan riset sebagai salah satu pilar untuk perkembangan inovasi makanan ringannya yang lebih sehat. Belum lama ini, TAYS juga meluncurkan Krakenz, inovasi kraker panggang sehat dengan delapan bumbu unik mancanegara. Krakenz menambah portofolio Tays Bakers dalam unit bisnis biscuit & crackers yang juga merupakan unit bisnis andalan perusahaan.

Selain sebagai peningkatan kapasitas produksi TRICKS, pembangunan pabrik baru di Sumedang dan instalasi mesin produksi juga bertujuan untuk menyiapkan perseroan untuk inovasi produk baru TAYS yang rencananya akan diproduksi di tahun mendatang. Rencananya, perseroan akan memproduksi snack sehat baru yang disertai dengan kandungan fiber dan protein tinggi, produk minuman sehat, serta berbagai produk untuk kebutuhan khusus masyarakat seperti gluten free, vegetarian, dan plant based food (makanan berbasis nabati).

Didirikan pada tahun 1998, Tays Bakers memulai usahanya dengan 1-line produksi wafer stick dengan merek dagang Nitchi. Kini, perusahaan telah berkembang dan memiliki empat kategori produk yaitu Biscuit & Crackers, Rolled Wafer, Extruded Puff Snack dan Chocolate Confectionary dengan berbagai merek dagang yang cukup di kenal salah satunya produk Crisp Kentang Panggang TRICKS. Produk-produk Tays Bakers telah diekspor ke mancanegara, seperti ASEAN, China, Taiwan, Korea, Australia, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat. (RLS)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*