Pasca Banjir Melanda

Gagal Panen, Berharap Dibangun Tanggul

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Lebong beberapa hari ini tidak hanya merendam rumah warga. Selain merusak sejumlah fasilitas umum, banjir yang melanda Desa Kota Baru Santan, dan Tik Teleu Kecamatan Pelabai Rabu (8/2) lalu juga menimbun puluhan hektar sawah warga. Bagaimana nasib warga dan kondisi sawah tersebut?

Dwi Nopiyanto – Lebong

Kurang lebih 1 hektar sawah Lina (35) warga Desa Kota Baru Santan tertimbun oleh batu yang dibawa oleh banjir Rabu (8/2) lalu. Saat ditemui wartawan, ia sedang membersihkan sampah dan mengumpulkan bebatuan yang hanyut dibawa oleh banjir. Sawah yang semula berwarna hijau akibat tanaman padi, saat ini sudah berubah menjadi hamparan bebatuan akibat seluruh tanaman padi hanyut terbawa banjir sehingga dipastikan tidak dapat dipanen. “Seluruh tanaman padi habis terbawa banjir, sebelumnya di sini padi semua tapi sekarang sudah tidak ada lagi padi karena hanyut terbawa banjir,” kata Lina sambil menumpukkan batu dan sampah di sawah miliknya.  Selain itu, banjir juga merusak beberapa irigasi pertanian yang ada di Desa Kota Baru Santan Kecamatan Pelabai. Seperti yang disampaikan Kepala Desa Kota Baru Santan, Hamidir kepada Bengkulu Ekspress jika masih banyak lagi kerusakan akibat banjir tersebut, seperti 5 ha sawah tertimbun batu yang dibawa air, ratusan kilo ikan hanyut, dan tanaman padi terbawa arus banjir. Sehingga diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta. Seluruh kerugian dan kerusakan akibat banjir tersebut dan sudah dilaporkan kepada BPBD Lebong, Bupati Lebong dan pihak-pihak terkait. Untuk itu, lanjut Hamidir, jika saat ini warga yang terkena banjir tersebut sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah atas musibah bencana alam ini. “Yang jelas kami sangat membutuhkan bantuan dari berbagai pihak terutama pemerintah Kabupaten Lebong, seperti pembuatan bronjong, tanggul penahan banjir serta yang paling penting yakni pembangunan jembatan yang saat ini kondisinya miring akibat pondasi jembatan yang habis terbawa air. Sebab jika jembatan itu putus maka akan berimbas pada perekonomian warga,” pungkas Hamidir.(**)