PAD Kabupaten Seluma Berkurang Rp 65,1 Miliar

TAIS,BE – Dari penyampaian nota pengantar keuangan RAPBD Perubahan tahun 2020, yang disampaikan Bupati Seluma. Diketahui pendapatan daerah tahun ini mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan total penurunan pendapatan daerah dari semua sektor mencapai Rp 65,1 miliar. Hal ini tentu saja berimbas pada pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Seluma di sisa tahun anggaran 2020 ini.

Bupati Seluma H Bundra Jaya SH MH mengatakan, penurunan pendapatan daerah tersebut terjadi, karena memang adanya pengurangan penerimaan dari Pemerintah RI. Ditambah sejumlah asumsi pendapatan asli daerah yang tidak terealisasi karena adanya pandemi covid-19 di Kabupaten Seluma.

“Dari total APBD tahun 2020 rancangan anggaran sebesar Rp 973,5 miliar. Kamudian pada APBD Perubahan tahun 2020 ini mengalami penurunan pendapatan sebesar Rp 65,1 miliar sehingga menjadi Rp 908,3 miliar atau berkurang sebesar 6,69 persen dari target semula di awal tahun,” tegas Bupati Seluma saat menyampaikan nota pengantar keuangan RAPBD Perubahan 2020 dalam rapat paripurna DPRD Seluma.

Lebih lanjut, Bupati Seluma mengatakan, penurunan pendapatan sebesar Rp 65,1 miliar terdapat pada komponen PAD sebesar Rp 5,3 miliar atau berkurang sebesar 8,60 persen. Dari total target PAD tahun ini sebesar Rp 61,8 miliar hanya diterima Rp 56,5 miliar.

“Penurunan PAD ini terdapat pada pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan lain lain yang sah,” tegasnya.

Kemudian, transfer dana perimbangan dari rencana semula sebesar Rp 743,6 miliar. Menurun menjadi Rp 664,6 miliar atau sebesar 10,62 persen. Sedangkan, untuk pengurangan dana perimbangan terdapat pada bagi hasil pajak, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK).

Bupati Seluma mengatakan, karena berdasarkan pertimbangan adanya penurunan penerimaan daerah. Maka, Pemkab Seluma menyesuaikan belanja daerah sehingga semua kegiatan bisa tercover melalui dana APBD. Pengurangan belanja terdapat pada belanja tidak langsung. Semula dialokasikan Rp 631 miliar menjadi Rp 624 miliar. Kemudian, pengurangan belanja langsung. Dari semua direncanakan sebesar Rp 392,6 miliar menjadi Rp 342,1 miliar atau mengalami pengurangan sebesar Rp 50,5 miliar.

“Meskipun ada pengurangan Belanja, Pemerintah daerah tetap optimis roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupten Seluma tetap berjalan dengan baik,” singkatnya.  (333)