Orang Tua Siswa Mangkir

BENGKULU, BE – Orang tua 3 siswa salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Bengkulu yang tertangkap tangan oleh kepala sekolahnya saat mengisap lem aibon, tidak memenuhi panggilan pihak sekolah. Padahal panggilan tersebut bertujuan untuk membicarakan masalah 3 anak yang kedapatan berbuat tidak baik tersebut. Hal ini disampaikan kepala sekolah tersebut, Yarman SPdI kepada BE, kemarin. Dia mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat panggilan kepada ke-3 orang tua siswa tersebut agar mengahadap hari ini (kemarin). Namun panggilan tersebut tidak dipenuhi oleh para oarng tua dengan alasan sibuk berjualan di pasar. “Hanya 1 orang yang datang. Karena kami anggap tidak bisa memutuskan, maka kami tolak dulu dan besok (hari ini) datang lagi,” terangnya. Mendapati hal tersebut, pihak sekolah kembali melayangkan surat pangilan ke-2 terhadap 2 orang tua siswa yang belum datang. Dan meminta menghadap ke sekolah hari ini. Jika tidak juga diindahkan, maka pihak sekolah akan memutuskan sanksi sepihak terhadap ke-3 anak tersebut. “Kami sudah menyampaikan surat panggilan pertama, tapi hanya 1 orang tua yang memenuhinya dan kami kembali mengirim surat panggilan ke-2 meminta orang tua dari ke-2 siswa ini menghadap besok (hari ini, red),” kata Yarman. Dia mengungkapkan, sebenarnya tujuan pemanggilan orang tua siswa itu ialah untuk meminta pernyataan kesanggupan orang tua untuk membina dan mendidik anak tersebut saat berada di luar jam sekolah. Mengingat anak ini tidak lama lagi akan menghadapi Ujian Nasional. Dia menjelaskan, jika penggilan tersebut tidak juga dipenuhi oleh orang tua siswa, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pengawas sekolah, terkait sanksi apa yang tepat dijatuhkan kepada siswa tersebut. “Jika tidak juga datang, kami akan berkoordinasi dengan pengawas, karena kami memikirkan nasib anak ini tidak lama lagi akan ujian,” bebernya. Dia juga menuturkan, saat ini ke-3 siswa tersebut tetap dibolehkan mengkuti pelajaran di sekolah, meskipun belum ada kesepakatan dengan orang tuanya. “Ke-3 siswa tersebut kami berikan toleransi tetap masuk sekolah walaupun orang tuanya belum menghadap,” ujarnya. Sejauh ini pihak sekolah juga telah melarang pedagang di sekitar sekolah menjual lem aibon. Karena menurut laporan, lem tersebut dibeli oleh siswa yang warung di sekitar sekolah. “Kami sudah memanggil pedagang yang berjualan di sekitar sini, dan mereka membantah tidak menjualkan lem aibon. Meskipun mereka tidak mengaku, maka kami mengeluarkan larangan menjual lem tersebut,” pungkasnya.

Ditangani Sekolah

Sementara itu, Kadispendik Kota Bengkulu Yunirhan MPd melalui Kasubdin Dikdas, Drs H M Isnadi ketika dikonfirmasi masalah ini mengatakan, permasalahan ini telah ditangani oleh pihak sekolah. Hal ini dilakukan, karena siswa tersebut masih merupakan anak yang harus dibimbing oleh pihak sekolah. Selain tetap mengundang orang tua siswa, diharapkan agar pihak sekolah giat melakukan Sidak ke beberapa ruang sekolahnya.  Di sisi lain, agar tak terulang kembali di sekolah lainnya dia meminta seluruh sekolah melakukan pengawasan yang ketat. Karena lem aibon yang digunakan oleh siswa itu dapat dibeli dengan mudah dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau. “Sekolah harus hati-hati, bila perlu datangi warung-warung di sekitar sekolah dan menghimbau agar tidak menjual aibon itu,” pintanya secara tegas. (400/128)