Oknum Mahasiswi Ditetapkan Tersangka Aborsi, Terancam Hukuman Mati

Ist/BE – Kedua pasang kekasih tersangka aborsi saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian saat masih di rumah sakit beberapa waktu lalu

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Pasca menetapkan pelaku laki-laki berinisial TY (18) sebagai tersangka dugaan aborsi dengan menggunakan obat tanpa izin, kini menyusul pelaku perempuan berisial WI (18) ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tsk WI ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau usai melakukan pemeriksaan dan gelar perkara terhadap pelaku WI. “Kita sudah menaikan status dari penyelidikan menjadi penyidikan dan menetapkan TY dan WI sebagai tersangka,” kata AKP Welliwanto Malau, Selasa (28/6).

Ia menambahkan, keduanya dikenakan tindak pidana pembunuhan berencana atau aborsi yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Sedangkan bayi yang dilahirkan oleh tersangka WI yang berusia 7 bulan itu telah meninggal dunia pada Senin siang kemarin (27/6) dan telah dimakamkan. Atas perbuatan tersangka, keduanya dijerat pasal 340 pembunuhan berencana Pasal 194 jo 75 ayat 2 Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup dan hukuman mati.

Diketahui sebelumnya, kedua tersangka ini telah menjalin hubungan layaknya anak remaja pada umumnya yakni berpacaran. Namun status pacaran yang keduanya jalani membuatnya gelap mata dan melakukan hubungan badan diluar nikah.

Bahkan dari hubungan badan yang dilakukan keduanya, membuat pelaku perempuan hamil diluar nikah hingga memasuki usia kandungan 7 bulan. Tidak hanya itu, dugaan praktik aborsi yang dilakukan keduanya telah berjalan lebih dari satu kali. Salah satunya dilakukan di sebuah Losmen dikawasan Sukamerindu Kota Bengkulu.

Selanjutnya dari efek obat itu menimbulkan rasa sakit dibagian perut WI dan harus dibawa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, WI pergi ke toilet untuk membuang air kecil. Disaat itulah bayi dalam kandungan yang berusia 7 bulan lahir. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*