Ngidak Gelamai, Ngibat Bajik, Ajang Kenalkan Budaya Daerah Semaku

FOTO TRI/BE – Anggota Ika SeMaKu sedang ngidak gelamai, salah satu makanan khas Semaku di acara Ngidak Gelamai, Ngibat Bajik di Sekretariat Ika SeMaKu, Selasa (17/5).

BENGKULU, bengkuluekspress -Dalam rangka mengenalkan budaya daerah warga Seluma, Manna, dan Kaur (Semaku), Ikatan Keluarga Seluma Manna Kaur (Ika SeMaKu) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan yang diberi nama Ngidak Gelamai, Ngibat Bajik di Sekretariat Ika SeMaku di Jalan Depati Payung Negara, Pekan Sabtu, Kota Bengkulu, Selasa (17/5).

Acara Ngidak Gelamai, Ngibat Bajik ini dilakukan guna meningkatkan silaturahmi serta memperkuat adat budaya turun temurun yang berasal dari beberapa daerah di Bengkulu khususnya wilayah Seluma, Manna, dan Kaur salah satunya setiap hajatan besar hari raya Idul Fitri.

Ketua Ika SeMaKu, Pihan Pino MKom menjelaskan arti Ngidak Gelamai, Ngibat Bajik, yaitu Ngidak artinya mengaduk dan Ngibat itu berarti mengikat sedangkan Gelamai dan Bajik itu merupakan makanan khas dari Manna, Seluma, Kaur.

“Ini merupakan tradisi yang di lakukan warga setiap hajatan besar saja misalnya lebaran. Hal ini di karenakan proses yang dibutuhkan cukup memakan waktu yakni sekitar 8 jam supaya mendapatkan rasa yang pas,” ujar Pihan Pino yang juga merupakan GM RBTV ini.

Adapun tujuan dibentuknya organisasi Ika SeMaKu adalalah agar warga dengan tiga wilayah tersebut bersama-sama melestarikan budaya dan tempat wisata daerah dengan pemerintah daerah. Selain itu, upaya yang ditempuh oleh IKA SeMaKu ini dalam mengenalkan adat budaya yaitu dengan sering mengadakan acara tahunan atau ketika hari-hari hari besar yang bernuansa Seluma, Manna, dan Kaur.

Salah satu kegiatan yang pernah digelar Ika SeMaKu adalah bazar UMKKM di Bencooclen Mall belum lama ini.

“Lebaran ini tadi kita sudah mengadakan bazar UMKM makanan khas Semaku di Bengkulu Indah Mall (BIM). Misalnya pendap, gegelang dan lain-lain itu kita jual di sana dan kurang lebih ada dua puluh empat orang peserta UMKM yang turut memeriahkan bazar tersebut,” ujar Pihan Pino.

Namun tak hanya sampai sini, Pihan Pino juga mengajak warga warga yang berasal dari Seluma, Manna, dan Kaur untuk bergabung di organisasi Ika SeMaKu \supaya masyarakat lain dapat mengenal adat serta budaya dari daerah mereka.(CW1/CITRA)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*