Museum Bengkulu Simpan Benda dari Zaman Megalitikum

FOTO FERDINAND/BE – Bekal kubur salah satu benda peninggalan zaman megalitikum yang menjadi koleksi Musium Bengkulu

BENGKULU, bengkuluekpress.com – UPT (Unit Pelaksana Teknis) Museum Bengkulu masih menyimpan benda langkah dari zaman megalitikum (zaman batu).

Benda zaman megalittikum yang masih tersimpan di Museum Bengkulu yang berlokasi di Jl. Pembangunan, No 8, Kel. Gading Cempaka, Kota Bengkulu diantaranya kapak batu, nekara, tempayan kubur dan bekal kubur.

Foto 2 Ferdinand/BE – Foto batu yg memiliki tulisan kaganga sedang dibersihkan

Kepala museum melalui Kasi Koleksi Konservasi dan Preparasi museum Bengkulu Heri Suporjo menuturkan, museum Bengkulu memiliki 8 jenis koleksi benda prasejarah dari 10 jenis yang biasanya dimilki museum negeri.

Sebanyak 8 jenis koleksi tersebut yakni, biologika (kerangka manusia, hewan ataupun tumbuh-tumbuhan), etnografi (benda budaya), arkeologi (benda budaya masa lampau prasejarah hingga masuknya pengaruh barat).

Lalu, historika (benda budaya yang pernah digunakan di masyarakat, organisasi, negara ataupun kelompok), numismatika (koleksi mata uang atau alat tukar), keramologika (benda terbuat dari keramik), fiologika (naskah kuno tulis tangan), dan teknologika (alat-alat teknologi pada masa lampau).

“Selain itu, juga terdapat arca pada masa Hindu Budha, dan koleksi kapak batu masa neolotikum yang digunakan sebagai kapak upacara yang sudah diuoam (diasah) halus dengan bentuk persegi panjang,” kata Heri, Rabu (26/1).

Sementara itu, Kasi Bimbingan Edukasi dan Publikasi museum Bengkulu, Nova mengatakan, museum Bengkulu saat ini sedang mempersiapkan berbagai lomba dalam rangka memperingati HUT museum Bengkulu pada Maret mendatang.

Diantaranya lomba sayembara logo museum Bengkulu, lomba membuat miniatur rumah adat, pertandingan congklak, lomba cerdas cermat dan lomba vlog museum Bengkulu.

Masih kata Nova, museum Bengkulu juga banyak mengadakan kegiatan dalam memperkenalkan sejarah dan budaya kepada seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari sosialisai kepada anak-anak TK, anak sekolah dasar (SD), hingga seluruh masyarakat.

“Kita juga menerima kerjasama dalam memajukan kebudayaan dan sejarah Bengkulu. Bahkan dalam waktu dekat ini museum juga akan mengadakan kegiatan,” ujar Nova saat di temui di Museum Bengkulu.

Ia menambahkan, selama pandemi Covid-19 museum Bengkulu tidak ditutup untuk masyarakat berkunjung dengan menerapkan sistem piket dan mematuhi protokol kesehatan covid-19. Namun, selama pandemi virus dari Wuhan cina tersebut pengunjung museum Bengkulu menurun drastis.

“Kita berharap dengan adanya media sosial akan lebih masif lagi dalam memperkenalkan kebuduyaan dan sejarah yang ada di museum Bengkulu,” tutup Nova. (Ferdinand/Mg 15)