MU Waswas Melawan Pembuat Kejutan

Bukan tanpa alasan jika pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson lumayan waswas ketika Stoke City yang akan bertandang di Old Trafford malam nanti (siaran langsung Global TV pukul 20.45 WIB). Stoke memang terpaut sepuluh peringkat dengan United yang kini menempati peringkat kedua.

Tapi, Ferguson tahu Stoke adalah tim pembuat kejutan di awal musim ini dengan raihan bagus sekalipun dihadang lawan-lawan kelas berat. Sebelum menahan seri 0-0 Liverpool di Anfield dalam laga terakhir (7/10), Stoke bermain home masing”masing 0-0 versus Arsenal (26/8) dan 1-1 kontra Manchester City (15/9). The Potters  -sebutan Stoke- juga hanya kalah 0-1 di kandang Chelsea (22/9).

Jika dibandingkan dengan United yang sudah kalah dua kali, Stoke juga baru kalah sekali. Faktor utama yang membuat Stoke sulit diredam tak lain karena permainan fisik dengan mengandalkan postur tinggi pemain yang sudah menjadi ciri khas tim asuhan Tony Pulis tersebut.

“Kami akan menghadapi para raksasa hijau. Michael Owen (eks pemain United, Red) tidak termasuk kecuali dia membawa tangga,” seloroh Ferguson kepada Manchester Evening News.

“Mereka (Stoke) memiliki kelebihan dalam set piece dan lemparan ke dalam. Tapi, kami tidak harus membuat diri sendiri merasa diteror. Semoga kami bisa memainkan permainan kami sendiri dan meraih hasil yang diharapkan,” sambung pelatih yang akrab disapa Fergie itu.

Kembali pulihnya Ashley Young dari cedera lutut maupun Chris Smalling menjadi kabar bahagia bagi Fergie. Sebab, pelatih 70 tahun itu harus memperhitungkan banyaknya pemain United yang dilanda kelelahan seusai menjalani agenda internasional. Belum lagi menjalankan rotasi sebagai persiapan United menjamu Sporting Braga di Liga Champions (23/10).

Di sisi lain, klub yang terlibat dalam pertandingan Premier League pekan ini bakal terlibat dalam gerakan antirasisme, tak terkecuali United. Dimotori Patrice Evra (korban rasisme Luis Suarez) dan Rio Ferdinand (adiknya, Anton, korban rasisme John Terry), pemain United akan mengenakan kaos bertuliskan “Kick It Out”.

Namun, kampanye itu diboikot oleh Jason Roberts yang memilih menolak mengenakan kaos tersebut. Striker Reading itu melakukannya bukan karena tidak mendukung antirasisme, melainkan sebagai bentuk protes karena ketidakadilan dalam penanganan kasus rasisme.

“Saya tidak setuju dengan sikap Jason Roberts. Saya pikir dia membuat kesimpulan yang salah karena semua pemain seharusnya kompak,” kritik Fergie kepada Daily Mail. (dns)