Mess Pemda Segera Dilelang

IST/BE
PANTAU : Bupati Lebong Kopli Ansori bersama anggota DPRD Lebong ketika melihat langsung kondisi mess pemda yang berada di Kabupaten bandung, Jawa Barat yang rencana akan dilelangi

LEBONG, BE – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong,  melelang Mess Pemda, yang berada di kabupaten bandung Provinsi Jawa Barat sepertinya sebentar lagi terlaksana. Bahkan Bupati Lebong Kopli Ansori secara langsung mengajak anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong, untuk melihat kondisi mess pemda yang mau dilelang tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Lebong, <span;>H  Mustarani Abidin SH MSi, k<span;>etika dikonfirmasi BE membenarkan  Pemkab lebong telah mengajak secara langsung Anggota DPRD Lebong,  melihat mess pemda, apalagi sebelumnya sejak Bupati Lebong Kopli Ansori dilantik, dirinya belum sempat melihat mess pemda tersebut.

“Sekaligus mengajak anggoat DPRD Lebong,” sampainya

Dalam kunjungannya itu, bupati ingin melihat kondisi dan melihat efektif tidaknya aset milik Pemkab Lebong,  yang berada di luar Kabupaten Lebong itu. Jika dianggap tidak efektif, nantinya aset dalam hal ini mess pemda, dianisa bersama anggota DPRD Lebong.

“Dilakukan analisa sesi efektif dan kemanfaatan dari mess pemda yang ada,” jelasnya

Jika dari hasil analisa sendiri, diketahui tidak memiliki keefektifan, rusak,  serta biaya oprasional tinggi, maka akan menjadi kajian. Jika nantinya mess pemda tersebut lebih baik dilelang, maka  dilelang,  melihat azaz kemanfaatan mess itu sendiri.

“Juga mess diharapkan untuk kepentingan masyarakat Lebong, namun masyarakat kita sangat minim menggunakan mess pemda itu,” tuturnya

Jika nantinya Mess Pemda nantinya benar dilelang, sesuai keinginan Bupati nantinya uang hasil lelang sendiri dipergunakan untuk membangun atau membeli rumah atau tempat singgah masyarakat Lebong ketika sedang berada di Kota Bengkulu.

“Nanti akan dibuat rumah singgah yang berada tidak jauh dari rumah sakit yang ada di Bengkulu,” ucapnya

Ditambahkan sekda, dalam melakukan penghapusan aset nantinya tim penilai akan turun melakukan penilaian aset yang ada. Barulah nantinya akan disampaikan kepihaknya dan selanjutnya hasil dari penilaian akan disampaikan ke DPRD Lebong.

“Kita menunggu intruksi dari bapak Bupati serta juga hasil penilaian aset yang ada,” ujarnya

Anggota DPRD Lebong yang juga ketua Komisi I DPRD Lebong, Wilyan Bachtiar mengatakan bahwa sesuai dengan regulasi yang ada, jika ada penjualan atau penghapusan aset pemerintah daerah, memang eksekutif harus meminta persetujuan dari legislative (DPRD).

“Ada wacana eksekutif ingin melakukan penghapusan aset, untuk itulah kami legislatif ikut meninjau aset yang ada,” jelasnya

Jika memang aset  dihapuskan, maka dewan meminta kepada Pemkab Lebong untuk melengkapi regulasi baik itu,  seperti kelengkapan surat atau sertifikat serta yang lainnya. Barulah setelah itu dilakukan penilaian aset oleh tim yang berkompeten baik itu nilai tanah dan bangunan, setelah itu baru mengajukan ke DPRD.

<l“Disitulah nantinya kita DPRD melakukan kajian apakah aset yang ada memang lebih baik di lelang atau tidak,” tuturnya

Ditambahkan Wilyan, jika saat ini ada yang emngatakan Bupati menjual aset yang ada di Kabupaten Bandung dan pada saat peninjauan ada anggoat DPRD yang ikut da nada yang tidak ikut (menunjukan ada yang setuju dan tidak), dirinya menyampaikan bahwa hal tersebut belum menuju apakah setuju atau tidak.

“Pastinya kita akan melihat jika memang mau dijual setelah regulasi telah benar dan kajian secara ekonomis telah dilakukan,” sampainya

Memang dari hasil pantauan pihaknya bersama Pemkab Lebong,  kondisi mess pemda saat ini bisa dikatakan nilainya 70 persen masih bagus, memang ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan seperti balai pertemuan, pavilion, serta bagian  lainnya.

“Hal tersebut wajar, karena bangunan sendiri tidak ditempati,” tuturnya

Jika memang mess pemda itu dilelang atau dijual, dewan meminta segala aspek administrasi harus dilengkapi sesuai dengan aturan yang ada nantinya dirapatkan serta akan ditanyakan peruntukan untuk menjual mess pemda atau bisa dikatakan uang hasil lelang nantinya digunakan untuk apa.

“Nanti akan kita pertanyakan semuanya,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Aset,
<span;>Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, Rizka Putra Utama SE MSi mengatakan, beberapa aset yang sebelumnya berada di Mess Pemda sudah dibawa ke Kabupaten Lebong,  melalui jalur darat baik itu seperti kulkas, genset, meubeler, serta beberapa barang lainnya.

Mess Pemda memang direncanakan  dilelang  dan hal itu disampaikan ke DPRD Lebong sesuai peraturan menteri dalam negeri Permendagri) nomor 19 tahun 2016. Hal ini dikarenakan nilai aset yang ada lebih dari Rp 5 miliar baik itu, berupa bangunan dan lahan yang direncanakan dilelang.

“Karena nilainya lebih dari Rp 5 miliar, maka kita harus meminta persetujuan DPRD,” tutupnya. (614)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*