Menteri PDTT Buka Liga Santri Nusantara 2018 di Stadion Semarak Bengkulu

kemendes PDTT
Foto : IST

Bengkulu, bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com – Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sanjojo BSEE M BA, resmi membuka ajang Liga Santri Nusantara (LSN) 2018, di lapangan sepak bola Stadion Semarak Kota Bengkulu, Kamis (16/8/18). Didampingi Kadispora Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, Menteri PDTT disambut baik para santri saat tiba di Stadion Semarak Bengkulu.

Menteri PDTT mengatakan, kegiatan ini juga untuk memberi kesempatan kepada para santri menunjukkan sikap sportifitas dan kemampuannya di lapangan, agar bisa menjadi pemain dilevel nasional dari kalangan santri.

“Sebenarnya ini kegiatan Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga), namun sehubungan dengan adanya pembukan Asean Games di Jakarta oleh Menpora Imam Nachrowi, jadi kami diminta mewakili pembukaan Liga Santri Nusantara 2018 ini,” ungkapnya.

Liga Santri Nusantara 2018 Regional Provinsi Bengkulu ini pertandingan bagi para santri di kota/kabupaten se-Provinsi Bengkulu. Sebanyak 22 tim santri peserta dari seluruh pesantren di Provinsi Bengkulu ambil bagian dalam lomba bergengsi ini. Liga santri nusantara sendiri berlangsung selama 1 minggu dari 16-22 Agustus 2018.

Menteri PDTT mengapresiasi adanya peningkatan jumlah peserta Liga Santri Nusantara yang mengikuti turnamen ini di Bengkulu. Dari tahun lalu berjumlah 16 peserta, tahun ini meningkat menjadi 21 peserta.



“Ini artinya liga santri ini makin diminati ya. Terbukti pesertanya makin banyak. Mungkin yang awalnya dipandang sebelah mata, setelah melihat pertandingannya yang kompetitif dan seru makanya banyak yang tertarik kan,” sambung Calon Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Bengkulu ini.

Tambah Eko Putro, Provinsi Bengkulu, salah satu daerah tertinggal yang mulai bergerak kearah perubahan yang lebih maju. Berdasarkan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akan ada penambahan dana desa untuk pembangunan sarana olahraga di desa-desa tertinggal. Termasuk dana desa untuk desa tertinggal di Bumi Rafflesia ini. (Imn/adv)