Masih Ada Penyimpangan

TALANG EMPAT, BE- Kebocoran atau penyimpangan dalam pelaksanaan PNPM di tingkat desa disinyalir masih terjadi. Modus pembocoran itu terutama dilakukan dengan pengurangan bahan material bangunan. Ini diungkapkan pengawas teknis PNPM Kabupaten Benteng, Achmad Riza, ST (25/2) kemarin. “Memang diakui masih ada upaya pembocoran dana PNPM, seperti pengurangan kualitas fisik bangunan dengan modus mengganti plat atau bahan bangunan dengan kualitas rendah,” ungkap Achmad. Dijelaskannya, evaluasi PNPM 2011 masih ditemukan sejumlah indikasi pengurangan kualitas bangunan PNPM di beberapa kecamatan. “Saya tahu kecamatan mana, namun tidak saya ungkapkan di sini,” kata Achmad. Indikasinya, kata Achmad, dapat dilihat dari fisik bangunan apakah mudah rubuh, atau bentuk luarnya yang tidak pas. “Silakan dicek di lapangan,” kata Achmad. Selain itu, kata Achmad, modus lain dapat saja menggunakan nama pribadi mengucurkan dana tapi yang menikmaiti pihak lain. Acmad mencontohkan pada koperasi simpan pinjam, yang rentan dengan modus tersebut. “Sejauh ini belum ada warga yang melaporkan. Namun kalau terbukti, oknumnya nanti bisa saja dipecat dan diminta mengembalikan uang yang dipakai itu,” jelas Achmad. Adapun program pembangunan melalui PNPM antara lain, fisik jalan, jembatan, sarana air bersih, pelatihan, Simpan Pinjam Perempuan (SPP), dan sumur bor. (cw2)