LPEI Tawarkan Program UMKM Berorientasi Ekspor

Foto Suary/BE : Foto bersama Gubernur bersama Kepala DJKN BKL lampung usai audiensi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Kepala Kantor Wilayah Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu Dudung Rudi Hendratna melakukan audiensi dengan Gubernur Bengkulu DR drh Rohidin Mersyah MMA terkait potensi pengembangan UMKM yang berorientasi ekspor melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dibawah Kementerian Keuangan.

Gubernur Bengkulu DR. Rohidin Mersyah, MMA menyambut baik program LPEI yang disampaikan Kepala DJKN Lampung Bengkulu untuk dapat memutus mata rantai distribusi barang yang berorientasi ekspor.

“Kita mendukung LPEI untuk memutus mata rantai ekspor yang biasanya harus keluar Provinsi Bengkulu, nanti akan kita undang berbagai pihak,” ungkap Rohidin, Rabu (15/6).

LPEI-Indonesia Eximbank (IEB) berfungsi untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan ekspor nasional yang diberikan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan advisory services, serta mengisi kesenjangan yang terjadi dalam pembiayaan ekspor.

Dudung mengatakan bahwa salah satu program prioritas LPEI saat ini adalah untuk meningkatkan kualitas sektor UMKM melalui mekanisme pembiayaan untuk usaha yang berorientasi ekspor dan pendampingan usaha untuk peningkatan kualitas produk dan pemasaran produk berorientasi ekspor.

“Salah satu tugasnya meningkatkan kualitas UMKM kita untuk ekspor, salah satunya pembiayaan berorientasi ekspor, pendampingan bagaimana umkm naik kelas kualitas produk dan pemasarannya,” jelas Dudung.

LPEI sampai saat ini tidak memiliki kantor cabang sehingga seluruh Kanwil DJKN diseluruh Indonesia menjadi perpanjangan tangan untuk menawarkan program LPEI kepada Pemerintahan di Daerah.

“Kanwil DJKN jadi perantara karena LPEI tidak punya cabang, makanya tdi kita sampaikan pada Gubernur,”

Jumlqh pengajuan pendanaan saat ini belum memiliki batasan nominal, sehingga berapapun pengajuan akan diterima selama memenuhi persyaratan dan kriteria UMKM yang berorientasi ekspor.

“Jumlah dana tergantung pengajuan, jadi tidak ada batasan,” tutup Dudung.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*