Lidik Kematian Gantung Diri di Lapas Terus Berlanjut

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau,

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Satreskrim Polres Bengkulu hingga saat ini masih terus mengusut sebab kematian yang diduga gantung diri oleh salah satu anak didik yang berada di Lembaga Pengawasan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Bengkulu.

Disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau, sebelum dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Bengkulu. Anak didik bernama Yogi Yosdian (18) merupakan warga Desa Bukit Makmur, Muara Sahung Kabupaten Kaur ini lebih dulu dibawa pihak LPKA ke rumah sakit Rafflesia.

Dari keterangan yang didapat dari pihak medis, sambung AKP Malau. Diduga bahwa korban Yogi telah meninggal dunia dalam kurun waktu 8 hingga 12 jam. Hal itupun dikuatkan dengan hasil visum yang diterima oleh pihak kepolisian dari pihak rumah sakit.

“Kemarin hasil visum sudah keluar dan kita sudah melakukan penyelidikan apa sebab kematian anak didik dilapas tersebut. Jadi kita akan memproses secara penyelidikan awal mula dan kita minta agar hal ini dapat didukung oleh pihak lapas atas kerja dan tugas kami dalam melaksanakan penyelidikan,” kata AKP Welliwanto Malau, Kamis (30/6).

Ditambahkan AKP Malau, penyeilidikan yang dilakukan pihak Polres Bengkulu ini akan berkoordinasi dengan pihak lapas anak. Dimana dari hasil visum itu, selain adanya jeratan gantung diri dileher yang menggunakan tali celana ada ditemukan lemam dibagian tubuh korban.

“Hasil visum sudah kita pegang. Ada jeratan dileher dan dibadan ada lebam. Sedangkan kalau ciri-ciri bunuh dirinya yaitu praduga ada bekas jeratan dileher,” sambungnya.

Sementara itu, dari hasil koordinasi pihak kepolisian pada pihak keluarga memang ada penolakan untuk dilakukan otopsi pada korban Yogi. Namun dari pihak keluarga saat ini sudah kita ambil keterangan dan kita masih menunggu pihak keluarga untuk datang lagi ke Polres Bengkulu.

“Pihak keluarga memang menolak untuk diotopsi namun dari pihak keluarga sudah kita ambik keterangan,” tutup AKP Welliwanto Malau.

Diketahui, korban Yogi merupakan pindahan dari Rutan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan dan baru 1 hari Pindah ke Lapas Anak Kota Bengkulu. Berdasarkan keterangan petugas kesehatan Lapas, saat tiba di Lapas kondisi korban tidak memiliki riwayat penyakit. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*